DECEMBER 9, 2022
Orbit Indonesia

Penjelasan Lengkap Ending One Piece Live Action, Luffy Berangkat ke Grand Line dan Balas Dendam Buggy

image
Poster buronan Luffy dibakar sosok misterius di ending One Piece Live Action. (THE MOVIE CULTURE)

ORBITINDONESIA. COM - Netflix menayangkan One Piece Live Action pada Kamis, 31 Agustus 2023 dan menjadi salah satu series paling sukses di bulan September.

Dalam One Piece Live Action mempunyai ending yang yang hampir mirip dengan versi manga Eiichiro Oda, salah satunya adalah keberangkatan Luffy ke Grand Line.

Selain itu One Piece Live Action juga mempunyai akhir cerita dengan Buggy yang menyimpan dendam pada Luffy dan akan kembali bertemu di Grand Line.

 Baca Juga: Viral, Choi Siwon Ditunjuk Jadi Pembicara dalam ASEAN Business and Investment Summit 2023, Apa Visinya

Ending One Piece Live Action masih bercerita tentang awal perjalanan Luffy menuju Grand Line dari keberangkatannya di East Blue.

Dari episode pertamanya, Luffy sudah menghadapi beberapa musuh yang menghadang jalannya untuk menuju Grand Line. 

Musuh pertama Luffy dalam perjalanannya sebagai bajak laut menuju Grand Line diawali berhadapan dengan Alvida.

 Baca Juga: Fun Fact Roronoa Zoro Di One Piece Live Action dari Jarang Mandi hingga Kesabaran Setipis Tisu

Setelah mengalahkan Alvida, Luffy mengenal Coby sebagai teman pertamanya setelah menjadi bajak laut di One Piece Live Action.

Berikutnya Luffy juga bertemu dengan Zoro dan Nami setelah berhasil mengalahkan Kapten Morgan di Shells Town.

Sebagai kru pertama yang direkrut Luffy membuat Zoro menjadi wakil kapten di bajak laut topi jerami dalam cerita One Piece Live Action.

 Baca Juga: Valak kembali! Siap Nobar The Nun 2 di Awal September, Simak Sinopsis Lengkap dengan Daftar Pemain Berikut Ini

Terdapat sedikit perbedaan cerita antara manga Eiichiro Oda dan versi One Piece Live Action di mana Nami bergabung dengan Luffy di Shells Town.

Sedangkan di versi manga Eiichiro Oda, Nami baru bergabung dengan Luffy saat pertarungan melawan Buggy.

Buggy the Clown juga menjadi lawan pertama Luffy yang menggunakan kekuatan buah iblis dan berhasil dikalahkannya dengan bantuan Zoro dan Nami.

 Baca Juga: Bagaimana Sanji dan Zeff Bertemu di One Piece Live Action, penuh Haru Inilah Alasannya sampai Kehilangan Kaki

Setelah berhasil mengalahkan Buggy, Luffy, Zoro dan Nami bertemu dengan Usopp di Desa Syrup.

Di Desa Syrup ini, Luffy juga bertemu dengan musuh yang lebih kuat dari sebelumnya yaitu Kapten Kuro sebagai bajak laut legendaris di East Blue.

Sama seperti dua musuh sebelumnya, Luffy berhasil mengalahkan Kapten Kuro dan merekrut Usopp sebagai kru bajak laut yang baru.

 Baca Juga: Inilah Perbedaan One Piece Live Action dan versi Manga Eiichiro Oda, Pertemuan Luffy dengan Zoro dan Nami

Berkat Usopp dan Kaya, Luffy juga mendapat kapal bajak laut Going Merry yang siap digunakan berlayar di Grand Line.

Usopp juga adalah orang yang menggambar bendera bajak laut topi jerami di One Piece Live Action.

Pada pemberhentian berikutnya, Luffy bertemu dengan Sanji di Restoran Baratie sebagai koki dan jatuh cinta dengan makanannya.

 Baca Juga: Petunjuk One Piece Live Action Berlanjut ke Season 2 dari Ucapan Luffy hingga Poster Buronan Bajak Laut

Perbedaan yang begitu jauh dibuat oleh Steven Maeda dalam cerita One Piece Live Action di mana Don krieg tidak muncul sebagai musuh Luffy.

Menurut versi manga Eiichiro Oda, harusnya Don Krieg menjadi musuh bagi Luffy dan bertarung di Restoran Baratie.

Namun Don krieg tidak muncul karena pasukan bajak lautnya sudah dihancurkan oleh Mihawk sehingga dia hanya muncul sebagai cameo.

 Baca Juga: Inilah Penyebab Don Krieg Tersingkir dengan Mudah di One Piece Live Action dan Tidak berhadapan dengan Luffy

Pertarungan di One Piece Live Action berlanjut ke Arlong Park di Desa Coco, kampung halaman Nami di East Blue.

Pertarungan Luffy dan Arlong menjadi penutup cerita One Piece Live Action dan Nami menjadi kru terakhir yang direkrut Luffy sebelum berangkat ke Grand Line.

Setelah Luffy Zoro, Sanji dan Usopp berhasil mengalahkan bajak laut manusia ikan Arlong penggemar dikejutkan dengan kedatangan Monkey D. Garp.

 Baca Juga: Penjelasan Sistem Shichibukai Kebal Hukum di One Piece Live Action, dan Hubungan Mihawk dan Monkey D Garp

Sejak awal cerita One Piece Live Action, Monkey D. Garp memang menjadi kakek dari Luffy dan mempunyai jabatan sebagai Wakil Admiral di angkatan laut.

Luffy yang sudah mendeklarasikan diri untuk menjadi raja bajak laut di One Piece Live Action ditentang dengan keras oleh Monkey D. Garp.

Kedatangan Monkey D. Garp ke Desa Coco untuk meyakinkan Luffy mengurungkan niatnya menjadi raja bajak laut dan lebih baik menjadi angkatan laut.

Sebagai teman, Coby sempat membela Luffy dengan berkata kepada Monkey D. Garp jika Luffy bukan bajak laut yang jahat.

Pertarungan antara Luffy dan Monkey D. Garp sempat terjadi di Desa Coco dan diperhatikan oleh Zoro, Sanji, Nami dan Usopp.

Akhirnya kebulatan tekad Luffy untuk menjadi bajak laut membuat Monkey D. Garp menyerah dan memberikan cucunya tersebut hak untuk memilih takdirnya sendiri.

 Baca Juga: Penjelasan Sistem Shichibukai Kebal Hukum di One Piece Live Action, dan Hubungan Mihawk dan Monkey D Garp

Coby yang ikut mendengar tekad Luffy ikut memberitahu temannya tersebut dengan impiannya juga yang ingin menjadi angkatan laut.

Luffy dengan bangga melihat Coby berhasil berjalan satu langkah menuju impiannya sebagai angkatan laut bersama Monkey D. Garp.

Pada momen itu, Coby memberikan poster buronan yang menunjukan wajah Luffy sebagai bajak laut dengan harga buronan tertinggi di East Blue sebesar 30 juta Belly.

 Baca Juga: Sambut One Piece Live Action, Penampilan Inaki Godoy cs dipuji akurat dengan Luffy versi Manga Eiichiro Oda

Coby berjanji kepada Luffy agar menjadi seorang angkatan laut yang baik hati dan memberantas kejahatan dengan idealismenya.

Setelah memberikan restunya, Monkey D. Garp pergi meninggalkan Desa Coco dan mengangkat Coby dan Helmeppo sebagai muridnya.

Tapi scene di atas sama sekali tidak diperlihatkan di versi manga Eiichiro Oda, di mana Luffy langsung pergi berlayar ke Grand Line bersama Nami.

Desa Coco yang telah terbebas dari penjajahan Arlong membuat Nami bebas untuk berlayar bersama Luffy ke Grand Line.

Di akhir episode 8 One Piece Live Action memperlihatkan Luffy, Zoro, Sanji, Usopp dan Nami yang mengucapkan impiannya masing-masing.

Luffy ingin menjadi raja bajak laut, Zoro menjadi pendekar pedang terkuat di dunia, Sanji menemukan All Blue, Usopp menjadi ksatria pemberani dan Nami menggambar peta lautan di seluruh dunia.

 Baca Juga: Spoiler Manga One Piece 1091, Meletusnya Perang Luffy melawan Admiral Kizaru di Pulau Egghead

Sebelum ditutup Nami memberitahu Luffy jika jalan masuk ke Grand Line melalui kanal sempit yang sangat sulit untuk dilewati.

Namun Luffy berkata jika dirinya percaya sepenuhnya pada Nami sebagai navigator kapal.

Tidak hanya itu dalam ending One Piece Live Action juga menunjukan Buggy yang menyimpan dendam pada Luffy karena mendapatkan harga buronan lebih tinggi darinya.

Tiba-tiba di sampingnya muncul Alvida yang ingin ikut balas dendam karena telah dikalahkan oleh Luffy.

Tidak hanya Buggy yang menjadi ancaman, dalam after credit scene One Piece Live Action juga ditunjukan sosok misterius yang membakar poster buronan Luffy menjadi pertanda ancaman.

Itulah penjelasan ending One Piece Live Action yang dibintangi Inaki Godoy di situs streaming Netflix.***

Berita Terkait