DECEMBER 9, 2022
Orbit Indonesia

Fomepizole Beri Dampak Positif pada Kasus Gangguan Ginjal Akut

image
Soal Fomepizole, Budi Gunadi Sadikin sebutkan dari 10 pasien gangguan gagal ginjal akut yang diberikan obat Fomepizole, tujuh diantaranya membaik.

 

ORBITINDONESIAMenteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin klaim, Fomepizole berdampak positif dalam atasi gangguan gagal ginjal akut.


Budi Gunadi Sadikin sebutkan dari 10 pasien gangguan gagal ginjal akut yang diberikan obat Fomepizole, tujuh diantaranya membaik.

“Kita bisa melihat dari 10 pasien yang diberikan obat ini, 7 sudah pulih kembali sehingga kita dapat dimpulkan bahwa obat ini memberikan dampak positif,”kata Budi Gunadi Sadikin.

Baca Juga: Jawaban Menteri Kesehatan Soal Ramainya Kasus Gagal Ginjal Akut pada Anak

Budi Gunadi Sadikin menuturkan, pasien gagal ginjal akut ini umumnya sulit buang air kecil karena ginjalnya terganggu. Namun setelah konsumsi Fomepizole, pasien-pasien itu sudah bisa buang air kecil sedikit demi sedikit.

Pasien yang awalnya atidak sadar, Budi katakan juga sudah mulai sadar setelah konsumsi obat tersebut. Budi katakan, pemerintah juga akan percepat kedatangan Fomepizole ke tanah air.

“Kita percepat kedatangannya di Indonesia sehingga 245 (pasien) yang masuk dan mungkin akan masih agak bertambah sedikit itu bisa kita obati dengan baik,”ujar Budi.

Baca Juga: Update Terbaru Gangguan Gagal Ginjal Akut 245 Pasien dan 141 Meninggal

Dirinya sebutkan pemerintah telah 2000 vial dari Singapura. Selanjutnya, pemerintah menunggu kedatangan 16 vial obat Fomepizole dari Australia yang dijadwalkan tiba pada mala mini atau selasa pagi besok.

Selain itu, pemerintah juga sedang memproses pembelian Fomepizole dari Jepang dan Amerika Serikat.

Sementara itu Kementerian Kesehatan catatkan kasus gangguan ginjal akut kini capai 245 kasus pada 22 Oktober 2022

Jumlah ini meningkat dari total 241 kasus yang dilaporkan Kemenkes pada Jumat 21 Oktober 2022. Begitu juga dengan angka kematian yang saat ini mencapai 141 anak. Jumlahnya meningkat dari yang sebelumnya dilaporkan capai 133 anak.

Baca Juga: Epidemiolog Dorong Pemerintah segera Buat Keputusan Terkait Gagal Ginjal Akut Jadi KLB

Gangguan ginjal akut misterius ini banyak menyerang anak-anak umumnya balita. Gejala yang timbul dari penyakit ini yaitu demam, hilang nafsu makan, malaise, mual, batuk pilek, muntah, diare dan ISPA.

Kemudian berlanjut pada sulit kencing, berupa kandungan air senir berkurang atau tidak ada air seni sama sekali.

Diduga pasien gangguan ginjal akut ini sempat konsumsi obat sirup yang mengandung empat bahan pelarut tambahan yang mengandung cemaran zat kimia seperti etilen glikol, dietilen glikol dan etilen glikol butyl ether / EGBE.***

Berita Terkait