DECEMBER 9, 2022
Orbit Indonesia

India Sedang Menghitung Mundur Misi Penting Pendaratan Kedua Mereka ke Bulan untuk Eksplorasi

image
India akan mengirim pesawat chandrayaan-3 ke bulan hari ini

 

ORBITINDONESIA.COM - Pada hari Rabu 23 Agustus 2023, India dikabarkan akan melakukan percobaan kedua mereka untuk melakukan pendaratan di bulan.

Misi pendaratan mereka di bulan bertujuan untuk mengeksplorasi bulan dan untuk mendapatkan pengakuan dari dunia tentang kemampuan India di bidang luar angkasa.

Organisasi Penelitian Luar Angkasa India (ISRO) akan mengirim pesawat luar angkasa mereka yang diberi nama Chandrayaan 3 ke bulan untuk mengeksplorasi keadaannya.

Baca Juga: Daftar 7 Game PES Terbaik yang Pernah Digemari oleh Para Anak Rental pada Zaman Mereka

Chandrayaan-3 dijadwalkan berangkat pada hari Rabu dari bumi dan diperkirakan akan melakukan pendaratan di kutub selatan bulan sekitar pukul 18:04 waktu setempat.

Misi ini mendapatkan sorotan dari dunia mengingat beberapa hari yang lalu, pesawat luar angkasa milik Rusia, Luna-25, dinyatakan gagal mendarat di bulan.

Chandrayaan yang dalam bahasa Hindi dan Sansekerta berarti 'kendaraan bulan' merupakan misi pendaratan ke bulan kedua yang dilakukan oleh negara tersebut.

Baca Juga: SM Umumkan Detail Album Debut RIIZE, akan Ada Banyak Versi yang Dirilis, Berikut Ini Detail dan Link Pre-Order

Sebelumnya, ISRO sudah pernah mengirim Chandrayaan-2 ke bulan pada tahun 2019, namun pengorbitan tersebut gagal dan pesawat tersebut dinyatakan terjatuh.

Direktur Pelaksana SpaceTec Partner, Carla Filotico, mengatakan bahwa misi ini bertujuan untuk membuktikan apakah di bulan terdapat air es pada kutub selatannya.

"Pendaratan di kutub selatan (bulan) sebenarnya akan memungkinkan India untuk mengeksplorasi apakah ada air es di bulan," kata Carla dikutip Orbitindonesia.com dari Reuters 23 Agustus 2023.

Baca Juga: Informasi Lengkap FIBA World Cup 2023 di Indonesia, Sejak Hari Pertama Sampai Jadwal Pertandingan

Menurutnya, misi pendaratan kali ini sangat penting untuk menambahkn data ilmu geologi dari bulan itu sendiri.

"(Misi pendaratan) ini sangat penting untuk data kumulatif dan ilmu geologi bulan," kata Carla.

Antisipasi dan semangat dari seluruh masyarakat India untuk pendaratan negara mereka sudah terlihat pada hari Rabu ini.

Baca Juga: Daftar Klasemen Sementara BRI Liga 1 Jelang Pekan ke 10 Kompetisi, Madura United Memimpin Arema Terpuruk

Seluruh media, surat kabar, dan saluran televisi di negara tersebut menjadikan perhitungan waktu mundur untuk pendaratan ini sebagai tajuk utama mereka.

Tempat ibadah seperti kuil, masjid, dan gereja tidak henti-hentinya memberikan doa dan dukungannya kepada para astronot yang akan berangkat.

Siswa-siswa di sekolah juga mengibarkan bendera negara mereka sambil menyaksikan pemutaran langsung pendaratan di bulan tersebut.

Baca Juga: Ini Dia Daftar Negara Peserta FIBA World Cup 2023 di Indonesia, dari Amerika Serikat Sampai Spanyol

Media setempat juga melaporkan bahwa Perdana Menteri India, Narendra Modi, juga akan ikut menyaksikan misi pendaratan ini secara langsung dari Afrika Selatan.

Seperti diketahui bahwa Narendra saat ini sedang berada di Afrika Selatan untuk menghadiri KTT BRICS yang sedang berlangsung di negara tersebut.

Kutub selatan bulan memiliki medan yang sangat berat untuk dijamah, sehingga pendaratan ke sana menjadi sangat sulit untuk dilakukan.

Baca Juga: Berikut Lokasi Stadion Pertandingan FIBA World Cup 2023 di Indonesia dan Jalur Perjalanan yang Bisa Ditempuh

Misi ini akan menjadi yang pertama kali dilakukan oleh India di seluruh dunia dan akan tercatat sebagai sejarah sebagai negara pertama yang mendarat di tempat tersebut.

Air es yang terdapat di wilayah tersebut bisa dijadikan sebagai pemasok bahan bakar, oksigen, dan air minum untuk misi selanjutnya di masa depan.

Bagi India sendiri, jika misi pendaratan di bulan ini sukses, maka hal tersebut akan menandai kapasitas mereka sebagai negara yang memiliki kemampuan menjelajahi antariksa.

Baca Juga: Fakta Terbaru Tragedi Meninggalnya Mahasiswa IPB yang Terbakar ketika Lakukan Penelitian di Laboratorium

Hal tersebut disebabkan karena Narendra Modi sedang memacu investasi dalam bidang peluncuran luar angkasa swasta serta bisnis berbasis satelit terkait.***

Berita Terkait