DECEMBER 9, 2022
Orbit Indonesia

Satu dari Dua Pengunjung Ancol yang Tercebur ke Laut Meninggal

image
Ilustrasi Dermaga Ancol

ORBITINDONESIA.COM - Petugas penyelamat (lifeguard) pantai Ancol berjuang menyelamatkan dua pengunjung yang tercebur ke laut dengan kedalaman sekitar tiga hingga empat meter pada Kamis 11 Mei 2023 malam, tetapi satu di antaranya ditemukan telah meninggal.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Pademangan Iptu I Putu Gede Gustiyana kepada wartawan di Jakarta Utara, Jumat, mengatakan kedua korban --laki-laki dan perempuan-- adalah warga Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Baca Juga: testing

Korban laki-laki berinisial DU (31 tahun) dinyatakan meninggal, sedangkan korban perempuan berinisial RC (30 tahun) dalam perawatan di rumah sakit.

Baca Juga: BURUAN DAFTAR! Ancol Gratiskan Tiket Masuk Selama Ramadhan

"Pengunjung cewek ini ditemukan di dekat dermaga oleh petugas lifeguard sekitar pukul 19.45 WIB. Korban yang cowok ditemukan 25 menit sampai 30 menit setelah RC ditemukan," kata Gustiyana.

Baca Juga: PM Banglades Sheikh Hasina Minta Organisasi Pengungsi IOM Cari Sumber Dana Baru untuk Warga Rohingya

Dia mengatakan, penyebab kedua korban jatuh ke laut karena kehilangan keseimbangan sewaktu di pinggir dermaga pada malam hari sewaktu laut sedang pasang.

Padahal sejak pukul 18.00 WIB pihak lifeguard Ancol sudah melaksanakan patroli di dermaga dan tidak melihat kedua korban, katanya.

Staf pengelola kawasan Pantai Ancol, David Constantine, kepada wartawan mengatakan petugas sudah berupaya mencegah insiden tersebut dengan menyisir area pantai secara berkeliling.

Baca Juga: Ketua MPR RI Bambang Soesatyo Ajak Semua Elemen Bangsa Sukseskan Pilkada Serentak 2024

"Jadi lifeguard kami itu SOP-nya memang melakukan penyisiran-penyisiran terus-menerus setiap saat selama pantai beroperasi. Jadi dua lifeguard kami yang di pantai itu memang selalu berkeliling dan mengawasi area pantai dan sekitarnya," kata David.

Sewaktu menyisir dermaga pada pukul 19.00 WIB, area tersebut masih kosong dan kedua korban diduga mendekat ke dermaga ketika petugas berkeliling di tempat lain, kata dia.

Gustiyana menambahkan bahwa keterangan dari saksi mata berinisial J juga serupa.

Baca Juga: Kuasa Hukum Irman Gusman Optimistis, Mahkamah Konstitusi Kabulkan Permohonan Pemungutan Suara Ulang

Saksi mengatakan dia melihat kedua korban mendekati dermaga dan tiba-tiba RC kehilangan keseimbangan saat berjongkok di pinggir. Saat tubuh RC condong ke belakang, tangan kanannya menggapai DU, sehingga keduanya tercebur ke laut.

Melihat kejadian itu, saksi J berteriak. Seorang lifeguard bersama rekannya langsung berlari menyelamatkan RC dengan terjun ke laut dan mengalungkan pelampung sehingga perempuan itu berhasil diselamatkan ke pinggir pantai.

"Waktu itu, ada petugas medis dan saksi yang sempat memberikan pertolongan pertama terhadap RC, sehingga korban ada sedikit (denyut) nadi dan dilarikan ke rumah sakit untuk dilakukan tindakan cepat," kata Gustiyana.

Baca Juga: Anggota DPR RI Kamrussamad: Stabilitas Politik Usai Pemilu 2024 Membuat Ekonomi Nasional Lebih Baik

Saksi J kemudian memberi tahu petugas penyelamat untuk mencari DU.

Sekarang ini, kata David, jumlah petugas lifeguard yang diterjunkan untuk mencari DU ditambah dari dua menjadi delapan orang untuk memperluas area pencarian.

Sekitar 25-30 menit kemudian, petugas akhirnya menemukan DU tenggelam di dasar laut dekat dermaga tersebut dalam keadaan meninggal.

Baca Juga: Pakar Politik UI Cecep Hidayat: Jika Ditunjuk Jadi Menteri, Eko Patrio Harus Bisa Menerjemahkan Visi Presiden

Gustiyana mengatakan saat ini korban perempuan yang berhasil diselamatkan stabil, tetapi tubuhnya masih lemah.

Berdasarkan tiket yang dibeli kedua korban untuk masuk ke kawasan Ancol, diketahui mereka masuk hanya berdua sekitar pukul 16.30 WIB dengan mengendarai sebuah mobil.

Selama upaya penyelamatan, kata David, ponsel milik seorang petugas penyelamat rusak terendam air karena dia tidak sempat mengeluarkan ponselnya dari dalam saku saat berlari ke laut untuk menyelamatkan RC. ***

Berita Terkait