DECEMBER 9, 2022
Teknologi

Pakar Telekomunikasi ITB Ridwan Effendy: Dua Rekomendasi Agar Kedaulatan Indonesia Lewat Satelit Terjaga

image
Dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) Kelompok Keahlian Telekomunikasi M Ridwan Effendy dalam diskusi bertajuk "Menatap Masa Depan Bisnis Satelit GEO di Industri Telekomunikasi Indonesia," di Jakarta, Selasa (30/1/2024). (ANTARA/Livia Kristianti)

ORBITINDONESIA.COM - Pakar telekomunikasi ITB (Institut Teknologi Bandung) M Ridwan Effendy menyampaikan dua rekomendasi terkait dengan industri satelit, agar kedaulatan Indonesia tetap bisa terjaga.

Menurut Ridwan Effendy, kedaulatan lewat industri satelit itu bisa diciptakan dengan cara mendorong pelaku bisnis dari dalam negeri mengembangkan layanan komunikasi dengan satelit, ataupun menyiapkan regulasi terkait kendali apabila tersedia penyedia layanan dari pihak asing.

"Pertama, bisa memberikan peluang bagi swasta maupun BUMN untuk dapat menyediakan komunikasi lewat satelit geostasioner, dengan memberikan insentif pemerintah yang disediakan lewat USO atau APBN," kata Ridwan Effendy dalam diskusi di Jakarta, Selasa, 30 Januari 2024.

Baca Juga: Jokowi Umumkan Peluncuran Satelit Milik Indonesia dengan Kapasitas Terbesar di Asia, Netizen Syok

Menurut  Dosen ITB Kelompok Keahlian Telekomunikasi itu, kehadiran pelaku industri satelit dalam negeri masih dibutuhkan, mengingat belum seluruh daerah di Indonesia terlayani oleh jaringan terestrial fiber optik untuk layanan telekomunikasi.

Di samping itu, pemanfaatan satelit GEO (Geostasioner Earth Orbit) untuk menghadirkan layanan telekomunikasi nasional menjadi penting, mengingat penyediaan orbitnya juga membutuhkan proses hingga tingkat global melalui serangkaian koordinasi dengan Persatuan Telekomunikasi Internasional (ITU).

Agar dapat merawat kedaulatan negara di angkasa, sekaligus menghadirkan layanan telekomunikasi bagi masyarakat, maka Ridwan berpendapat, pemberian insentif bagi pelaku industri satelit lokal dapat menjadi langkah yang bisa diambil pemerintah.

Baca Juga: Hebat Selain SATRIA 1, Ternyata Indonesia Miliki 25 Satelit untuk Penunjang Infrastruktur Digital Masyarakat

"Orbit juga bagian kedaulatan karena mendapatkan orbit itu tidak mudah. Butuh proses koordinasi panjang, koordinasi untuk frekuensinya itu memakan waktu lama. Sehingga saat sudah dapat orbit tertentu ya jangan dilepas," katanya.

Langkah kedua yang bisa diambil pemerintah untuk menjaga kedaulatan negara lewat industri satelit ialah dengan menyiapkan regulasi yang kuat terkait kendali, apabila penyedia layanan dari pihak asing ingin berbisnis di Indonesia.

Ridwan mengatakan, saat ini cukup banyak satelit yang dimiliki pihak asing, namun berada di atas angkasa Indonesia karena slot orbitnya telah ditentukan oleh International Telecommunication Union (ITU).

Baca Juga: Inilah Arti dari SATRIA 1 Satelit Tebesar di Asia, Simak Penjelasannnya Lengkap dengan Manfaat

Hal itu sebenarnya dapat dimanfaatkan oleh Indonesia untuk meningkatkan layanan telekomunikasi kepada masyarakat. 

Namun Indonesia tetap harus memiliki prinsip yang kuat, khususnya terkait kendali agar tetap bisa menjaga keamanan data yang termasuk bagian kedaulatan Indonesia.

"Untuk menjaga kedaulatan itu, kita (Indonesia) harus memastikan NMS (Network Management System)-nya itu terhubung dengan gateway yang ada dalam yurisdiksi Indonesia. Kalau tidak terhubung, ya kita tidak bisa mengatur keamanan dan keselamatan negara kita," ujar Ridwan. ***

Sumber: Antara

Berita Terkait