DECEMBER 9, 2022
Nusantara

Survei Indikator Politik: Warga NU di Jawa Timur Cenderung Dukung Calon Presiden Pilihan Presiden Jokowi

image
Tangkapan layar Founder & Peneliti Utama Indikator Burhanuddin Muhtadi saat memaparkan hasil survei dalam siaran zoom dilihat di Surabaya, Kamis 1 Februari 2024 (ANTARA/tangkapan layar)

ORBITINDONESIA.COM - Hasil survei Indikator Politik Indonesia menemukan fakta warga Nahdlatul Ulama (NU) di Jawa Timur cenderung mendukung calon presiden dan calon wakil presiden yang didukung Presiden Joko Widodo.

Demikian Founder dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesoa Burhanuddin Muhtadi dalam paparannya secara online dipantau di Surabaya, Kamis 1 Februari 2024.

Menurutnya, NU adalah pendukung utama calon presiden dan calon wakil presiden yang dipersepsikan akan dipilih oleh Presiden Jokowi sapaan Joko Widodo, yaitu Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka.

Baca Juga: Survei Indikator Politik: Elektabilitas PDI Perjuangan Masih Teratas, PSI Kaesang Pangarep Hanya 2,4 Persen

Burhanuddin menjelaskan, hal itu dilatarbelakangi bahwa warga Jawa Timur cenderung lebih tinggi dalam memberikan apresiasi kepada kinerja Jokowi.

Paling tidak dalam setahun terakhir (sejak Desember 2022), tingkat kepuasan atas kinerja Jokowi selalu lebih tinggi dari rata-rata warga nasional.

"Pada temuan terakhir, lebih dari 80 persen warga Jawa Timur sangat puas atas kinerja Presiden Joko Widodo, di hampir setiap segmen demografi dan wilayah.”

Baca Juga: Survei Indikator Politik: Elektabilitas Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Teratas 46,7 Persen

Selain itu, wilayah Jawa Timur adalah wilayah dengan konsentrasi warga NU terbesar. Rata-rata sekitar 52.4 persen warga muslim nasional merasa sebagai bagian dari organisasi NU, dan terutama di Jawa Timur.

Begitu juga dengan afiliasinya di dalam organisasi NU. Kurang lebih sekitar 9-10 persen warga nasional merupakan anggota aktif organisasi NU, 12-13 persen anggota tapi tidak aktif, atau secara total sekitar 24 persen merupakan anggota organisasi NU, baik yang aktif atau tidak aktif.

"Dan di Jawa Timur, proporsi anggota NU lebih dari dua kali lipat rata-rata nasional, sekitar 31 persen anggota aktif, 26 persen anggota tidak aktif, atau secara total sekitar 57 persen," tutur Burhanuddin.

Baca Juga: Survei Indikator Politik: Elektabilitas PSI 1,4 Persen, PDI Perjuangan 20 Persen

Dalam survei tersebut, pada basis NU, kepuasan terutama lebih tinggi pada kelompok yang semakin aktif dalam organisasi tersebut, karena itu NU merupakan kekuatan utama yang menjaga kredibilitas Presiden Jokowi di Jawa Timur.

Namun demikian, mayoritas warga cenderung menganggap bahwa pandangan tokoh berkait calon presiden dan calon wakil presiden adalah hal yang penting, dan meski tidak lantas mengikuti seruan atau anjurannya untuk memilih pasangan tertentu, tapi kelompok yang lebih besar kemungkinannya untuk mengikuti seruan/anjuran tersebut tampak cukup besar, terutama anjuran dari tokoh kiai/ulama.

"Oleh karena itu ke depan, jika simpul-simpul utama warga NU di Jawa Timur masih bisa setia kepada Presiden Joko Widodo, maka kemungkinan besar Prabowo-Gibran akan mempertahankan dominasinya," katanya.

Baca Juga: Survei Indikator Politik: Elektabilitas Prabowo-Gibran Memimpin di Angka 45,79 persen

"Tapi jika simpul-simpul tersebut tidak bisa dijaga, kemungkinan basisnya akan menyusut signifikan, dan sejauh ini yang tampak potensial menarik insentif tersebut adalah pasangan Anies-Muhaimin," tambahnya. ***

Sumber: Antara

Berita Terkait