DECEMBER 9, 2022
Internasional

Dmitry Peskov: Rusia Enggan Perang dengan Jerman, Tetapi Juga Tak Bisa Biarkan Ancaman Pada Wilayahnya

image
Juru bicara kepresidenan Rusia Kremlin Dmitry Peskov (ANTARA/Anadolu)

ORBITINDONESIA.COM - Rusia tidak menginginkan perang dengan Jerman, tetapi juga tidak bisa membiarkan ancaman terhadap wilayahnya, kata juru bicara kepresidenan Rusia Kremlin, Dmitry Peskov, pada Rabu, 6 Maret 2024.

Pernyataan dari Dmitry Peskov itu muncul menyusul bocoran rekaman pejabat Jerman, yang mendiskusikan pengiriman rudal jarak jauh Taurus ke Ukraina dan kemungkinan menggunakannya untuk menghancurkan Jembatan Kerch yang menghubungkan Krimea ke Rusia.

"Kami tidak menginginkan perang, kami tidak ingin meledakkan apa pun, kami tidak ingin ada orang merencanakan untuk meledakkan sesuatu di wilayah kami, kami tidak akan menutup mata terhadap hal itu," kata Dmitry Peskov dalam konferensi Knowledge Marathon di kota resor Sochi.

Baca Juga: Dmitry Peskov: Konflik Rusia vs NATO Tak Terelakkan Jika Pasukan Barat Ada di Ukraina

Secara terpisah, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan dalam konferensi pers bahwa Duta Besar Jerman Alexander Labsdorff, yang dipanggil Kementerian Luar Negeri atas insiden tersebut, tidak menyangkal atau meragukan keaslian rekaman tersebut.

Percakapan di kalangan pejabat Angkatan Udara Jerman tentang pasokan rudal Taurus ke Ukraina bocor pekan lalu. Diskusi tersebut mencakup penyediaan informasi intelijen dari satelit melalui pihak ketiga untuk menghindari keterlibatan Jerman.

Terkait penolakan para dubes Uni Eropa untuk bertemu Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, Zakharova mempertanyakan tujuan kehadiran mereka di Rusia.

Baca Juga: Maria Zakharova: Sudah Seribu Lebih Diplomat Rusia Diusir dari Negara-negara NATO

Dia mengatakan, mereka sering terlihat ikut berdemonstrasi dengan kubu oposisi, tetapi enggan bertemu pejabat yang berwenang atas hubungan diplomatik.

"Kalau begitu, apa yang mereka lakukan di negara kami?" tegasnya.

Dubes negara-negara Uni Eropa mengatakan telah menolak undangan Lavrov untuk pertemuan, yang diselenggarakan untuk membahas keadaan hubungan saat ini. ***

Sumber: Antara

Berita Terkait