DECEMBER 9, 2022
Internasional

Jika Donald Trump Menang Pilpres 2024, Eropa Diingatkan untuk Siap Hadapi Kemungkinan AS Keluar dari NATO

image
Mantan presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Anadolu)

ORBITINDONESIA.COM - Negara-negara Eropa musti bersiap dengan kemungkinan Amerika Serikat keluar dari NATO (Pakta Pertahanan AtlantiK Utara), jika Donald Trump memenangi pemilihan presiden AS pada 2024, harian Telegraph melaporkan dengan mengutip sejumlah diplomat.

Pada Februari 2024, Donald Trump mengatakan, seorang pemimpin negara anggota NATO bertanya kepadanya, apakah AS akan melindungi sekutu-sekutunya di NATO dari serangan Rusia, jika mereka tidak memenuhi kewajiban menanggung belanja pertahanan.

Donald Trump menjawab bahwa AS tidak akan membela sekutunya yang abai dan akan mendorong Rusia untuk "melakukan apa pun yang mereka mau".

Baca Juga: Sekjen NATO Jens Stoltenberg: Pembicaraan Damai Ukraina dan Rusia Harus Adil Agar Berkelanjutan

Dia menambahkan bahwa setiap anggota NATO harus membayar lebih banyak kepada pakta pertahanan itu.

Trump juga mengungkapkan ketidakpuasannya atas kinerja NATO. Trump mengancam menarik AS keluar dari pakta itu, jika sekutu-sekutunya di Eropa tidak menanggung kewajiban finansial yang lebih besar untuk jaminan keamanan mereka sendiri.

Seorang diplomat Eropa mengatakan kepada Telegraph bahwa pernyataan Trump tentang keanggotaan AS di NATO itu "tentu saja" menimbulkan "keprihatinan".

Baca Juga: Dmitry Peskov: Konflik Rusia vs NATO Tak Terelakkan Jika Pasukan Barat Ada di Ukraina

"Tak seorang pun tahu apa yang akan terjadi nanti," kata sang diplomat seperti dikutip surat kabar itu.

Seorang diplomat lain dari negara Eropa anggota NATO mengatakan bahwa kata-kata Trump semakin menyorot ketergantungan Eropa yang berlebihan terhadap AS, sebut laporan itu.

Negara-negara NATO seharusnya juga membahas bagaimana melindungi diri mereka sendiri, jika AS benar-benar keluar dari NATO, kata diplomat itu.

Baca Juga: Maria Zakharova: Sudah Seribu Lebih Diplomat Rusia Diusir dari Negara-negara NATO

Diplomat ketiga mengatakan, ketidakjelasan soal keanggotaan AS di NATO akan membuat negara-negara Eropa "lebih memikirkan soal anggaran pertahanan - cukup atau tidak," demikian menurut laporan Telegraph. ***

Sumber: Antara

Berita Terkait