DECEMBER 9, 2022
Ekonomi Bisnis

Indonesia Pamerkan Produk dan Teknologi Digital di China Cross Border Ecommerce

image
Pembukaan paviliun Indonesia di The 4th China Cross Border Ecommerce" di kota Fuzhou, provinsi Fujian, China pada Senin 18 Maret 2024. (ANTARA)

ORBITINDONESIA.COM - Indonesia mengambil bagian dalam pameran The 4th China Cross Border Ecommerce di kota Fuzhou, provinsi Fujian, China untuk mempromosikan produk sekaligus teknologi digital Tanah Air.

"Lewat pameran ini kami ingin memperkenalkan wajah baru Indonesia sebagai new emerging kepada masyarakat di Fujian dan di dunia," kata Staf Khusus Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Jona Widhagdo Putri dalam pembukaan pameran di Fuzhou, China, Senin 18 Maret 2024.

Pameran perdagangan elektronik lintas batas itu berlangsung pada 18-20 Maret dengan total peserta pameran sekitar 10.000 yang mencakup lebih dari 60 kawasan industri perdagangan luar negeri termasuk di lebih dari 20 provinsi dan kota di China dengan target pengunjung 500 ribu orang dan nilai penjualan 10 miliar dolar AS.

Baca Juga: Pemerintah Luncurkan Peraturan Presiden Tentang Strategi Nasional Bisnis dan Hak Asasi Manusia

Dalam pameran tersebut, Indonesia mendirikan paviliun yang menampilkan produk dari Indofood termasuk mi instan, layanan digital Gojek-Tokopedia (GoTo), Kapal Api dengan berbagai jenis kopi kemasan, asosiasi perkebunan durian Indonesia (Pdurin), sampai ragam camilan Gery dan Tango.

Indonesia juga membentuk kerja sama dengan pusat sertifikasi halal di Fujian sehingga membantu keluar-masuk produk halal baik asal Indonesia maupun China.

"Kami berharap produk Indonesia dapat masuk ke pasar China dan produk berkualitas tinggi dari China juga bisa masuk ke Indonesia," ungkap Jona.

Baca Juga: Prabowo Bantah Anggapan Program Makan dan Minum Susu Gratis adalah Bisnis Menggiurkan

Ketua Kantor Kamar Dagang Indonesia Komite Tiongkok (KIKT) Garibaldi Thohir dalam kesempatan yang sama mengatakan, Indonesia ingin terus bekerja sama dengan China dalam berbagai bidang.

Chief Public Policy and Government Relations Grup GoTo Ade Mulya mengatakan, GoTo bangga dapat menunjukkan kemajuan perkembangan teknologi dan inovasi bisnis dari ekosistem digital terbesar di Indonesia.

Data Kementerian Perdagangan, China telah menjadi mitra dagang utama dan juga investor terbesar dalam beberapa dekade terakhir.

Baca Juga: PT Pegadaian Beri Pelatihan Berbisnis Kepada Pekerja Migran di Hongkong

Selama lima tahun terakhir, ekspor Indonesia ke China tumbuh 28,51 persen atau berkontribusi sebesar 25,66 persen terhadap total ekspor Indonesia ke seluruh dunia.

Impor Indonesia dari China juga meningkat sebesar 12,74 persen dari tahun 2019 ke tahun 2023, yang terhitung sebesar 33 persen dari total impor Indonesia dari luar negeri.

Khusus tahun 2023, transaksi perdagangan Indonesia-China mencapai 127,9 miliar dolar AS dengan nilai ekspor Indonesia ke China sebesar 64,9 miliar dolar AS atau turun 1,37 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga: Zikir, Energi Batin, Sastra, Lukisan, Bisnis, dan Spiritualitas Denny JA

Indonesia mengimpor 62,8 miliar dolar AS dari China yang juga turun 7,15 persen dari 2022.

Kementerian perdagangan menyebut banyak potensi pasar yang belum tergarap seperti feronikel, bijih tembaga dan konsentratnya, minyak sawit dan turunannya, produk baja tahan karat setengah jadi, serta bijih aluminium dan konsentratnya.

Potensi yang belum tergarap dari produk tersebut sekitar 13,78 miliar dolar AS. ***

Sumber: Antara

Berita Terkait