DECEMBER 9, 2022
Gaya Hidup

Psikolog Vera Itabiliana Hadiwidjojo Ingatkan Hal yang Perlu Diperhatikan Pasangan Sebelum Menikah

image
Ilustrasi pasangan suami istri (ANTARA/Pexels/Min An)

ORBITINDONESIA.COM - Psikolog klinis anak dan remaja dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia, Vera Itabiliana Hadiwidjojo mengingatkan sejumlah hal yang perlu diperhatikan pasangan sebelum memutuskan untuk menikah.

“Banyak hal yang harus diperhatikan oleh pasangan yang ingin membangun keluarga ya, mengingat penyebab perceraian dalam masyarakat kita biasanya multifaktor mulai dari ketidaksiapan berkeluarga, masalah ekonomi sampai perselingkuhan,” kata Vera Itabiliana Hadiwidjojo saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Minggu, 28 April 2024.

Vera Itabiliana Hadiwidjojo mengatakan, perceraian merupakan satu faktor yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang seorang anak, yang utamanya dapat dilihat dari adanya perubahan pola perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Chris Evans Menikahi Alba Baptista Dalam Sebuah Pernikahan Yang Sangat Tertutup, Tamu Diminta Tandatangi Surat

Beberapa perubahan sikap yang menurutnya patut diwaspadai adalah anak mengalami aneka ragam emosi tergantung usianya, merasa kebingungan karena berusaha memproses dirinya menerima kenyataan, menjadi emosi secara berlebihan hingga tidak mau sekolah.

Oleh karena itu, sebelum menjadi orang tua, Vera mengingatkan agar seluruh calon pengantin untuk mempersiapkan diri apabila ingin membangun sebuah keluarga, yang dapat diawali dengan membangun komunikasi yang baik dengan pasangan.

Dalam komunikasi tersebut, tiap pasangan dapat membeberkan rencananya masing-masing terkait seperti apa pola asuh yang ingin diterapkan, rencana untuk memiliki anak hingga mendiskusikan kondisi perekonomiannya.

Baca Juga: Kian Banyak Orang Dewasa di Jepang Memilih Tidak Menikah: Hanya Buang Uang dan Waktu

Kemudian, calon pasangan bisa mulai menyiapkan mentalnya sebagai orang tua.

Menurut Vera, dengan siap secara fisik, finansial maupun mental, orang tua dapat lebih bertanggung jawab dalam membesarkan anak-anaknya.

Termasuk menekan rasa egois yang dapat menempatkan anak dalam kondisi tidak nyaman ketika pasangan mengalami masalah seperti bercerai.

Baca Juga: Zaskia Adya Mecca: Jangan Tergesa Gesa Menikah Muda

“Orang tua perlu menurunkan ego masing-masing sehingga tidak menempatkan anak terjepit dalam masalah orang tuanya,” ujar Vera.

Sebelumnya, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengingatkan, agar calon pengantin tidak hanya menyiapkan kesehatan fisik, tetapi juga mental untuk membangun keluarga.

Mulai dari meningkatkan pemahaman kesehatan reproduksi dan menjaga tubuh tetap sehat, mempersiapkan prakonsepsi (persiapan kehamilan sebelum proses pembuahan) sampai dengan mengikuti kelas pra nikah untuk memahami hal-hal penting dalam berkeluarga.

Baca Juga: Denise Chariesta Ungkap Alasan Ogah Menikah dengan Yuan Wibowo dan Pilih Jadi Single Parent, Nyesek Banget

Salah satunya adalah menghindari terjebak dalam hubungan yang tidak sehat (toxic relationship) dan anak kehilangan arah dalam kehidupan.

Oleh karena itu, Hasto mengatakan penting bagi orang tua untuk memahami pentingnya pendidikan kepada anak dalam keluarga melalui prinsip 3A yaitu asah, asih, dan asuh.

"Asah yakni diajari ilmu agama yang baik, asih yaitu dikasihi dengan sebaik-baiknya, dan asuh dengan diimunisasi, kemudian diberikan perlindungan yang baik," ujarnya.

Baca Juga: Kantor Urusan Agama akan Layani Semua Agama, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas: Tempat Menikah Semua Agama

Lebih lanjut Hasto menjelaskan BKKBN telah menyiapkan berbagai program untuk membantu calon pengantin mempelajari seluruh hal tersebut. Di mana salah satunya berupa program sosialisasi sejak remaja melalui program Bina Keluarga Remaja (BKR) dan Duta Generasi berencana (Genre). ***

Sumber: Antara

Berita Terkait