Ketergantungan Konsumsi: Memaknai Ulang Self-Care di Era Digital
ORBITINDONESIA.COM – Di tengah hiruk-pikuk belanja online, self-care seringkali disalahartikan sebagai pembelian impulsif. Namun, benarkah ini cara terbaik untuk merawat diri?
Dalam lima tahun terakhir, pencarian Google terkait self-care meningkat drastis, bersamaan dengan melonjaknya minat belanja. Namun, apakah belanja benar-benar memenuhi kebutuhan emosional kita?
Pada Black Friday dan Cyber Monday, belanja online dan di toko meningkat meski ekonomi melemah. Produk kecantikan menjadi salah satu pembelian teratas. Dengan pasar kecantikan dan perawatan diri diprediksi mencapai lebih dari $100 miliar di AS tahun ini, apakah ini indikasi self-care atau konsumsi berlebihan?
Kristina Durante dari Rutgers Business School mengatakan konsumerisme mengubah self-care menjadi aktivitas sporadis. Padahal, makna sejati self-care adalah prioritas diri dan kesehatan mental. Iresha Picot menekankan bahwa self-care sejati harus melibatkan koneksi dan kebahagiaan sehari-hari, bukan sekadar pembelian sesaat.
Memaknai ulang self-care berarti memahami kebutuhan sejati kita di luar pengaruh konsumerisme. Dengan refleksi dan koneksi, kita dapat menemukan kebahagiaan yang lebih berarti. Bagaimana Anda akan mengubah pendekatan self-care Anda?
(Orbit dari berbagai sumber, 22 Agustus 2025)