Pergeseran Paradigma Pendidikan: Tantangan AI dan Berpikir Kritis

ORBITINDONESIA.COM – Revolusi AI telah mengubah dunia pendidikan, menjanjikan kemajuan tetapi juga membawa tantangan baru dalam melatih keterampilan berpikir kritis siswa.

Kehadiran AI dalam pendidikan menawarkan personalisasi pembelajaran dan analisis akademik yang mendalam. Namun, temuan baru menunjukkan potensi penurunan kemampuan berpikir kritis siswa akibat ketergantungan berlebihan pada teknologi ini.

Penelitian dalam Jurnal Societies mengungkapkan bahwa penggunaan AI yang intensif dapat mengurangi kemampuan berpikir kritis. Fenomena ini, dikenal sebagai cognitive offloading, mengindikasikan risiko ketergantungan pada AI dalam menyelesaikan tugas kognitif, merusak partisipasi aktif dalam proses berpikir analitis.

Berpikir kritis adalah fondasi penting dalam pendidikan, memungkinkan siswa untuk menganalisis dan mengevaluasi informasi secara mandiri. Penggunaan AI harus diimbangi dengan pelatihan berpikir kritis untuk menjaga kemandirian kognitif siswa.

Integrasi AI dalam pendidikan memerlukan kebijakan yang bijak untuk menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan keterampilan berpikir kritis. Penting bagi institusi pendidikan dan masyarakat untuk mengevaluasi dampak AI, agar siswa tetap mampu berpikir reflektif dan kritis di tengah derasnya arus informasi.

(Orbit dari berbagai sumber, 22 Agustus 2025)