Uni Eropa Bahas SAFE dan Perlindungan Negara-Negara Anggota yang Berbatasan dengan Rusia, Belarus
ORBITINDONESIA.COM - Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dijadwalkan mengunjungi tujuh negara anggota Uni Eropa yang berbatasan dengan Rusia dan Belarus pada Jumat untuk mengevaluasi implementasi program pinjaman pertahanan Security Action for Europe (SAFE).
“Besok saya akan mengunjungi tujuh negara anggota yang memperkuat dan melindungi perbatasan kita dengan Rusia dan Belarus," kata Ursula von der Leyen kepada wartawan di Brussels, Kamis, 28 Agustus 2025.
Presiden Komisi Eropa itu, Ursula von der Leyen mengatakan, dia ingin menyampaikan solidaritas penuh Uni Eropa dan melaporkan kemajuan dalam memperkuat industri pertahanan Eropa melalui instrumen bersama, SAFE.
Pada 28 Maret, Komisi Eropa meluncurkan strategi pertahanannya, semula bernama ReArm Europe namun kemudian diperhalus menjadi Readiness 2030 setelah adanya keberatan dari beberapa negara UE.
Strategi ini menguraikan rencana untuk memobilisasi sekitar 800 miliar euro (Rp15.250 trilyun) selama empat tahun.
Selanjutnya pada 27 Mei, Negara-negara Anggota UE menyetujui instrumen pinjaman yang aman, yang bertujuan untuk mengumpulkan 150 miliar euro untuk meningkatkan produksi alat utama sistem senjata. Rencana tersebut juga mencakup 650 miliar euro dari anggaran negara anggota.
Namun, Brussels memberi sinyal bahwa mereka mungkin akan mengabaikan pelanggaran disiplin fiskal, seperti membengkaknya defisit anggaran, demi mendukung dorongan militerisasi ini.***