Kontroversi Skema Burden Sharing BI-Kemenkeu dan Dampaknya

Kontroversi Skema Burden Sharing BI-Kemenkeu dan Dampaknya

Kontroversi Skema Burden Sharing BI-Kemenkeu dan Dampaknya

Nasional

ORBITINDONESIA.COM – Skema burden sharing antara Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan untuk mendukung program Prabowo memicu kritik tajam dari para ekonom.

Skema ini dirancang untuk mendukung pembiayaan anggaran negara, tetapi banyak pihak khawatir akan implikasinya terhadap independensi BI. Keterlibatan BI dalam pembiayaan anggaran dinilai bisa mengancam stabilitas ekonomi jangka panjang. Kritikus menyoroti bahwa langkah ini dapat membuka jalan bagi intervensi politik dalam kebijakan moneter.

Ekonom memperingatkan bahwa ketergantungan pada pembiayaan dari bank sentral bisa memicu inflasi yang tidak terkendali. Data menunjukkan bahwa negara-negara yang pernah menerapkan kebijakan serupa menghadapi tantangan inflasi yang tinggi dalam jangka panjang. Selain itu, ketidakpastian kebijakan dapat melemahkan kepercayaan investor, yang berpotensi memperburuk situasi ekonomi.

Banyak yang berpendapat bahwa meskipun niat pemerintah baik, risiko yang dihadapi terlalu besar untuk diabaikan. Sebuah kebijakan fiskal yang terlalu ekspansif tanpa perhitungan yang matang bisa menjadi bumerang. Pemerintah harus menyeimbangkan antara kebutuhan mendesak saat ini dan dampak jangka panjangnya terhadap perekonomian.

Pada akhirnya, keputusan tentang skema burden sharing ini menjadi ujian bagi kebijakan ekonomi Indonesia. Mampukah pemerintah menjaga keseimbangan antara mendukung pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas moneter? Pertanyaan ini harus dijawab dengan kehati-hatian dan kebijaksanaan.

(Orbit dari berbagai sumber, 7 September 2025)