Strategi Baru NASA: Masa Depan Stasiun Luar Angkasa Komersial
ORBITINDONESIA.COM – NASA mengalokasikan hingga $1,5 miliar untuk mendukung demonstrasi stasiun luar angkasa komersial berawak. Langkah ini menandai perubahan strategi dalam transisi dari ISS.
NASA menghadapi tantangan dalam transisi dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) ke stasiun luar angkasa komersial. Dengan ISS yang direncanakan akan dideorbit pada Januari 2031, ada kebutuhan mendesak untuk memastikan keberlanjutan kehadiran manusia di orbit rendah Bumi.
NASA memutuskan untuk menggunakan Space Act Agreements yang didanai untuk mendukung pengembangan stasiun luar angkasa komersial. Ini berbeda dari pendekatan sebelumnya yang lebih terpaku pada kontrak harga tetap. Pendekatan baru ini diharapkan dapat mengatasi kekurangan pendanaan dan keterlambatan jadwal yang sebelumnya menghambat keberhasilan program ini.
Beberapa pengamat memandang langkah ini sebagai penguluran waktu, namun ada yang melihatnya sebagai strategi jenius. Phil McAlister, mantan direktur penerbangan luar angkasa komersial NASA, menyebut strategi baru ini lebih fleksibel. Dengan tiadanya persyaratan yang terlalu membebani, perusahaan dapat lebih kreatif dalam desain stasiun mereka.
Keputusan NASA untuk mengubah strategi bisa menjadi kunci dalam mempertahankan kehadiran AS di luar angkasa. Namun, pertanyaan tetap ada: apakah ini cukup untuk mengimbangi langkah cepat negara lain seperti China? Hanya waktu yang akan menjawab.
(Orbit dari berbagai sumber, 8 September 2025)