Kontroversi Lemak Susu: Apakah Kita Harus Menghindari Susu Penuh?

ORBITINDONESIA.COM – Pergeseran besar dalam rekomendasi diet mungkin segera terwujud, mengakhiri pandangan lama tentang susu rendah lemak sebagai pilihan sehat utama.

Selama beberapa dekade, masyarakat Amerika diarahkan untuk memilih produk susu bebas lemak atau rendah lemak demi membatasi asupan lemak jenuh. Namun, Sekretaris Kesehatan Robert F. Kennedy berniat mengakhiri 'serangan' terhadap susu penuh dan produk susu lainnya dalam pedoman diet mendatang.

Richard Bruno dari Ohio State University mengatakan bahwa lemak jenuh dari makanan susu tidak berperilaku seperti yang diyakini sebelumnya, yaitu berhubungan dengan penyakit jantung. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa lemak susu mungkin tidak seburuk yang diduga, bahkan bisa menguntungkan.

Benoît Lamarche menegaskan bahwa bukti saat ini tidak cukup kuat untuk mendukung rekomendasi yang konsisten antara susu rendah lemak dan susu penuh lemak. Sementara itu, Frank Hu dari Harvard menekankan pentingnya konteks konsumsi produk susu di tengah pola makan tinggi garam dan karbohidrat olahan.

Penting bagi konsumen untuk bijak dalam memilih produk susu, mempertimbangkan pola makan secara keseluruhan. Pada akhirnya, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memberikan rekomendasi definitif, tetapi pergeseran pandangan ini membuka diskusi baru mengenai kesehatan dan diet.

(Orbit dari berbagai sumber, 9 September 2025)