Trump di U.S. Open: Antara Sorak Sorai dan Cemoohan

ORBITINDONESIA.COM – Kunjungan Donald Trump ke U.S. Open memicu reaksi beragam dari para penggemar tenis, menyoroti polarisasi yang masih ada sekitar sosok mantan presiden Amerika Serikat tersebut.

FLUSHING MEADOWS, N.Y. — Kehadiran Presiden Donald Trump pada U.S. Open pertama kalinya dalam satu dekade menambah daftar interaksinya dengan acara olahraga besar. Trump duduk di sebelah trofi perak berkilau yang dimenangkan oleh Carlos Alcaraz atas Jannik Sinner. Kehadirannya menimbulkan tantangan logistik untuk final Grand Slam tersebut, dengan garis keamanan ekstra dan momen bagi para penggemar untuk mencemooh atau menyambutnya.

Trump mendapatkan sorakan paling keras dan beberapa tepuk tangan ketika muncul di layar video di Stadion Arthur Ashe. Dia berterima kasih setelah itu, berinteraksi dengan beberapa penggemar sepanjang pertandingan. Meskipun duduk dengan trofi buatan Tiffany, Trump tidak menyerahkannya kepada Alcaraz di lapangan, berbeda dengan saat dia memberikan trofi kepada tim Chelsea di Piala Dunia Klub.

Kehadiran Trump mengubah beberapa elemen acara yang sudah menjadi magnet selebritas dan pemimpin dunia. Penundaan akibat keamanan mengganggu persiapan Alcaraz dan Sinner. Hal ini menunjukkan bagaimana peran mantan pemimpin Amerika Serikat masih dapat mempengaruhi acara besar internasional.

Kehadiran Trump di U.S. Open menyoroti bagaimana olahraga dan politik seringkali terjalin erat di mata publik. Apakah ini menunjukkan bahwa tokoh politik akan terus memanfaatkan panggung olahraga untuk mempengaruhi opini publik? Pertanyaan ini tetap menjadi refleksi bagi kita semua.

(Orbit dari berbagai sumber, 9 September 2025)