Fenomena 'Blood Moon': Pesona Langit yang Menakjubkan

ORBITINDONESIA.COM – Para fotografer dunia mengarahkan kamera mereka ke langit semalam untuk menangkap keindahan 'blood moon', gerhana bulan total yang langka.

Gerhana bulan total terjadi ketika bulan purnama melewati bayangan terdalam Bumi, yang dikenal sebagai umbra. Fenomena ini menciptakan tampilan bulan yang berwarna merah darah karena hanya cahaya berwarna merah yang dapat menembus atmosfer bumi.

Gerhana bulan total kali ini berlangsung selama 82 menit, menjadikannya yang terpanjang sejak 2022. Fenomena ini hanya dapat disaksikan di Eropa, Afrika, Asia, dan Australia, sementara Amerika harus menunggu hingga tahun 2026 untuk melihatnya kembali.

Fenomena 'blood moon' menjadi momen langka dan memukau yang memikat banyak fotografer dan pengamat langit. Bagi banyak orang, ini adalah pengingat akan keindahan alam semesta yang sering kali terlupakan dalam kehidupan sehari-hari.

Saat kita menantikan gerhana berikutnya, penting bagi kita untuk terus merayakan dan menghargai keajaiban alam yang menakjubkan ini. Mungkin, fenomena semacam ini dapat menginspirasi kita untuk menjaga dan melestarikan planet kita dengan lebih baik.

(Orbit dari berbagai sumber, 10 September 2025)