Wabah PMK di Indonesia: Implikasi Ekonomi dan Strategi Pengendalian

Wabah PMK di Indonesia: Implikasi Ekonomi dan Strategi Pengendalian

Wabah PMK di Indonesia: Implikasi Ekonomi dan Strategi Pengendalian

Nasional

ORBITINDONESIA.COM – Setelah absen selama 36 tahun, penyakit mulut dan kuku (PMK) kembali menghantui peternakan Indonesia, menimbulkan ancaman besar bagi industri ternak dan ekonomi nasional.

Pada April 2022, kasus PMK dilaporkan di Jawa Timur dan Aceh, mencabut status bebas PMK Indonesia dan menandai dimulainya krisis yang memengaruhi ribuan ternak. Penyakit ini sangat menular, menyebar cepat di antara spesies ruminansia, dan membawa dampak ekonomi serta biosekuriti yang signifikan.

Penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko utama penyebaran PMK di Jawa Timur termasuk kunjungan dokter hewan, pencampuran hewan muda dengan spesies lain, dan berbagi peralatan di antara peternakan. Kerugian ekonomi akibat wabah ini diperkirakan mencapai miliaran dolar, menyoroti pentingnya langkah pencegahan dan pengendalian yang efektif.

Strategi pengendalian PMK di Indonesia dinilai kurang tanggap, mengingat langkah pencegahan biosekuriti yang tidak memadai dan vaksinasi yang belum menjangkau galur virus terbaru. Pemerintah harus meningkatkan edukasi peternak dan memperkuat sistem pemantauan untuk mencegah wabah serupa di masa mendatang.

Wabah PMK di Indonesia adalah pengingat akan rapuhnya ketahanan peternakan kita. Diperlukan tindakan cepat dan terkoordinasi untuk memproteksi industri ini dari krisis berulang. Pertanyaannya, apakah kita siap menghadapi tantangan ini dan melindungi masa depan peternakan Indonesia?

(Orbit dari berbagai sumber, 12 September 2025)