Kenaikan Saham dan Dampak Kebijakan Federal Reserve
ORBITINDONESIA.COM – Kenaikan saham terjadi pada Kamis ketika para pedagang memperkirakan bahwa pembacaan terbaru dari indikator inflasi konsumen utama tidak akan menghalangi Federal Reserve untuk menurunkan suku bunga acuan minggu depan.
Saham-saham utama mencetak rekor tertinggi baru di tengah data inflasi yang membingungkan dan tanda-tanda perlambatan pasar tenaga kerja. Indeks Harga Konsumen (CPI) naik lebih tinggi dari yang diperkirakan secara bulanan, tetapi sesuai dengan ekspektasi secara tahunan.
CPI menunjukkan kenaikan 0,4% untuk bulan ini, lebih tinggi dari harapan ekonom. Namun, secara tahunan, indeks ini sesuai prediksi dengan 2,9%. Selain itu, CPI inti, yang mengecualikan makanan dan energi, naik 0,3% pada Agustus dan 3,1% dari tahun lalu, sesuai dengan perkiraan Dow Jones.
Penurunan tak terduga pada indeks harga produsen dan lonjakan klaim pengangguran mingguan menambah bukti pertumbuhan ekonomi AS yang melambat. Pasar kini menilai kemungkinan penurunan suku bunga seperempat poin pada pertemuan Fed 17 September mendatang dengan kepastian yang hampir penuh.
Penurunan imbal hasil Treasury dan ekspektasi kebijakan suku bunga yang lebih longgar mendukung kenaikan saham lebih lanjut. Dengan pasar yang terus memantau data ekonomi dan kebijakan moneter, pertanyaan yang menggantung adalah seberapa dalam penurunan suku bunga yang akan dilakukan Federal Reserve? (Orbit dari berbagai sumber, 12 September 2025)