Lonjakan Keluar Dana Platinum: Tantangan dan Prospek ke Depan

ORBITINDONESIA.COM – Platinum Asset Management hadapi tantangan serius dengan aliran keluar dana yang besar, mencapai rekor tertinggi kedua di tahun 2025. Lonjakan ini disebabkan oleh penebusan besar dari klien utama yang mengindikasikan ketidakpuasan pasar.

Platinum Asset Management, perusahaan yang tercatat di ASX, mengalami aliran keluar dana sebesar $454 juta pada bulan Agustus. Ini merupakan aliran keluar tertinggi kedua setelah kerugian $1,6 miliar pada Mei. Penurunan ini membawa total dana kelolaan menjadi $7,5 miliar.

Data menunjukkan bahwa aliran keluar terdiri dari $336 juta dari Platinum Trust Fund dan $75 juta dari Platinum Asia Fund Complex ETF. Transformasi yang direncanakan dari Platinum Capital ke dalam Platinum International Fund Complex ETF pun gagal, setelah menghadapi penolakan dari pemegang saham utama. Tahun ini saja, Platinum kehilangan $5,6 miliar dalam aliran keluar dana, dengan lonjakan signifikan pada investasi ritel.

Kepergian manajer portofolio utama dan kinerja investasi yang kurang optimal menjadi faktor signifikan. Ini menimbulkan pertanyaan tentang strategi dan daya tarik jangka panjang perusahaan kepada investor. Dapatkah Platinum beradaptasi dengan perubahan lanskap investasi dan memulihkan kepercayaan investor?

Menghadapi tantangan besar, Platinum Asset Management perlu meninjau kembali strategi dan fokus pada pemulihan kinerja. Masa depan mereka bergantung pada kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat dan memenuhi harapan investor. Apakah inovasi baru akan muncul dari krisis ini, atau akankah kita melihat penurunan lebih lanjut dari salah satu raksasa investasi Australia?

(Orbit dari berbagai sumber, 16 September 2025)