Harga Bahan Pangan Melonjak: Bagaimana Masyarakat Bertahan?

ORBITINDONESIA.COM – Harga bahan pangan yang meningkat tajam sejak pandemi telah mengubah cara hidup banyak orang. Kisah seorang pensiunan di Texas yang berjuang menyesuaikan anggaran belanja harian mencerminkan tantangan yang dihadapi banyak keluarga.

Sejak Februari 2020, harga bahan pangan meningkat 29%, menurut Biro Statistik Tenaga Kerja AS. Pandemi COVID-19, invasi Rusia ke Ukraina, dan tarif impor AS adalah beberapa faktor yang berkontribusi. Akibatnya, banyak keluarga harus mengatur ulang prioritas belanja mereka.

Sebuah survei menemukan lebih dari setengah orang Amerika merasa stres akibat biaya bahan pangan, melebihi kekhawatiran akan biaya sewa, kesehatan, dan utang pendidikan. Dengan gaji yang stagnan, banyak orang harus mengandalkan makanan murah dan mengurangi frekuensi belanja mereka.

Harga bahan pangan yang terus meroket menjadi isu politik yang hangat. Presiden Trump mengklaim bahwa frustrasi masyarakat akan harga bahan pangan membantunya kembali ke Gedung Putih. Namun, kebijakan imigrasi dan tarifnya justru memperburuk situasi.

Kenaikan harga bahan pangan memaksa kita untuk mempertimbangkan ulang kebijakan ekonomi dan sosial kita. Bagaimana kita bisa memastikan akses makanan yang terjangkau bagi semua orang di tengah tantangan global ini?

(Orbit dari berbagai sumber, 20 September 2025)