Peringatan Ray Dalio: Utang Nasional AS Semakin Mengkhawatirkan

ORBITINDONESIA.COM – Ray Dalio, pendiri Bridgewater Associates, telah lama mengingatkan Amerika Serikat tentang jalur fiskal yang berbahaya akibat utang nasionalnya yang mencapai $37,5 triliun, dengan tambahan pembayaran bunga sebesar $1,13 triliun untuk tahun fiskal 2025.

Dalio, berbicara di Future China Global Forum di Singapura minggu ini, menyatakan bahwa AS tidak dalam posisi untuk mengurangi pengeluarannya. Menurut ekonom, yang lebih penting daripada jumlah utang nasional AS adalah rasio utang terhadap PDB. Jika suatu negara meminjam pada tingkat yang melampaui pertumbuhannya, maka investor pada akhirnya akan mulai mempertanyakan keamanan pengembalian dari utang yang mereka pegang.

Pemerintah memiliki dua opsi untuk menyeimbangkan rasio utang terhadap PDB mereka: Memotong pengeluaran atau meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Dalio berpendapat bahwa memotong pengeluaran bukanlah pilihan bagi pemerintah AS. Proyeksi Kantor Anggaran Kongres (CBO) untuk 2025 memperkirakan AS akan menghabiskan sekitar $7 triliun, tetapi hanya menghasilkan $5 triliun. Kesenjangan ini semakin melebar dengan waktu.

Meski ada kekhawatiran terhadap kebijakan pemerintahan Trump, Gedung Putih telah mengakui masalah utang nasional dan mulai mengusulkan ide-ide untuk meningkatkan pendapatan. Salah satu ide adalah kebijakan visa 'Gold Cards' yang akan mengenakan biaya kepada imigran kaya. Namun, meskipun metode Trump disebut 'aneh' oleh beberapa ekonom, niat untuk meningkatkan pendapatan pemerintah dianggap mengejutkan positif.

Meskipun ada kekhawatiran terhadap kebijakan fiskal AS, Dalio mencatat adanya perencanaan yang lebih tulus dari Gedung Putih. Sebuah pemahaman yang lebih besar tentang masalah ini dan tindakan yang lebih proaktif untuk menghadapinya menunjukkan kemajuan. Pertanyaannya, dapatkah AS menemukan keseimbangan yang diperlukan untuk mengatasi utang nasional yang semakin membengkak?

(Orbit dari berbagai sumber, 20 September 2025)