Harga Bahan Makanan Melonjak: Dampak Kebijakan dan Perubahan Iklim
ORBITINDONESIA.COM – Harga bahan makanan di Amerika Serikat mengalami lonjakan tertinggi dalam tiga tahun terakhir, memicu kekhawatiran di kalangan konsumen dan ahli ekonomi.
Lonjakan harga bahan makanan dipicu oleh tarif perdagangan yang diberlakukan oleh pemerintahan Trump, pengetatan kebijakan imigrasi, dan cuaca ekstrem yang merusak produksi pangan. Konsumen Amerika, terutama dari kalangan berpendapatan rendah dan menengah, merasakan dampak terparah dari kenaikan harga ini.
Menurut Biro Statistik Tenaga Kerja, harga bahan makanan naik 0,6% di bulan Agustus dan 2,7% dari tahun lalu. Produk seperti kopi dan pisang, yang tergantung pada impor, mengalami kenaikan harga tajam akibat tarif tinggi. Ketergantungan Amerika pada tenaga kerja imigran tanpa dokumen juga menambah kompleksitas situasi ini.
Para ahli seperti David Ortega dari Michigan State University menyoroti bahwa kebijakan pemerintah lebih mungkin meningkatkan harga pangan. Sementara itu, perubahan iklim juga memperburuk kondisi, dengan bencana seperti badai dan kekeringan yang mengganggu pasokan makanan.
Kenaikan harga bahan makanan ini memaksa konsumen berpenghasilan rendah untuk mengubah kebiasaan belanja mereka. Pertanyaan terbuka adalah bagaimana kebijakan yang lebih manusiawi dan berkelanjutan dapat diterapkan untuk mengatasi tantangan ini. Langkah seperti penggunaan kupon kertas oleh perusahaan seperti Kroger menunjukkan adaptasi terhadap kondisi ekonomi yang semakin menekan.
(Orbit dari berbagai sumber, 21 September 2025)