Menguak Fenomena 'Vacation Guilt' di Kalangan Pekerja Amerika

ORBITINDONESIA.COM – Fenomena 'vacation guilt' di Amerika Serikat mengejutkan banyak pihak, termasuk para peneliti yang mendalami budaya kerja.

Meski 88% pekerja sektor swasta di AS mendapatkan cuti berbayar, banyak yang enggan menggunakannya. Survei Pew Research Center 2024 menunjukkan hampir setengah pekerja tidak menggunakan semua hari cuti yang mereka dapatkan.

Studi menunjukkan bahwa 1 dari 5 pekerja merasa bersalah mengambil cuti. Kekhawatiran ini seringkali membuat mereka mengurangi durasi liburan atau bahkan membatalkannya. Akibatnya, cuti yang seharusnya menyehatkan malah menjadi sumber stres.

Amerika Serikat menjadi pengecualian di antara negara-negara maju lainnya yang mewajibkan cuti tahunan minimum. Budaya kerja yang tidak mendukung dan perlindungan sosial yang lemah mungkin menjadi akar dari rasa bersalah ini.

Untuk merasakan manfaat cuti berbayar sepenuhnya, budaya kerja yang mendukung harus dibangun. Pekerja tak seharusnya merasa takut menggunakan hak mereka. Ini menuntut perubahan besar dari manajemen perusahaan.

(Orbit dari berbagai sumber, 21 September 2025)