Serangan Siber Melumpuhkan Sistem Check-in di Bandara Dublin

ORBITINDONESIA.COM – Bandara Dublin menghadapi hari kedua gangguan di Terminal 2 setelah serangan siber melumpuhkan sistem check-in dan bagasi, mengakibatkan pembatalan dan penundaan penerbangan.

Bandara Dublin sedang berjuang mengatasi dampak dari gangguan teknis yang melanda secara luas di Eropa. Sebanyak 13 penerbangan terpaksa dibatalkan, dengan sembilan penerbangan masuk dan empat penerbangan keluar terkena dampaknya. Aer Lingus, salah satu maskapai yang terpengaruh, mengonfirmasi bahwa operasionalnya akan sangat terganggu pada hari Minggu, dan penumpang disarankan untuk melakukan check-in secara online sebelum keberangkatan.

Graeme McQueen, juru bicara Bandara Dublin, menyatakan bahwa mereka terus mendukung maskapai dalam mengatasi gangguan yang sedang berlangsung. Beberapa maskapai harus menggunakan cara manual untuk mencetak label bagasi dan boarding pass, yang memakan waktu lebih lama. Sementara itu, RTX, pemilik penyedia perangkat lunak Collins Aerospace, mengumumkan adanya gangguan terkait siber pada sistem mereka di beberapa bandara, dan berjanji akan segera menyelesaikan masalah ini.

Serangan siber ini menyoroti kerentanan infrastruktur teknologi di bandara dan dampaknya terhadap industri penerbangan. Sistem Muse yang digunakan, memungkinkan berbagai maskapai menggunakan meja check-in dan gerbang yang sama, menjadi sasaran utama. Ketidakpastian tentang penyebab dan durasi gangguan menambah tekanan pada penumpang dan operator bandara.

Peristiwa ini mengingatkan kita akan pentingnya keamanan siber dalam menjaga operasional bandara tetap berjalan. Ke depan, industri penerbangan harus meningkatkan ketahanan teknologinya. Pertanyaan yang muncul adalah, seberapa siap kita menghadapi ancaman serupa di masa depan?

(Orbit dari berbagai sumber, 22 September 2025)