Polemik Bagram: Ambisi Trump dan Reaksi Taliban
ORBITINDONESIA.COM – Isyarat Donald Trump untuk merebut kembali Pangkalan Udara Bagram dari Taliban memicu ketegangan baru dalam hubungan AS-Afghanistan.
Empat tahun pasca penarikan AS yang kacau dari Afghanistan, mantan Presiden AS Donald Trump mengusulkan untuk mengembalikan kehadiran militer di Pangkalan Udara Bagram. Taliban menolak keras usulan ini, menegaskan pentingnya kedaulatan dan integritas teritorial mereka.
Trump belum memberikan rincian konkret tentang pembicaraan dengan Afghanistan, namun pernyataannya menyoroti ketidakpuasan terhadap cara penarikan pasukan AS dilakukan. Taliban, meski menghadapi krisis ekonomi dan tantangan internal, tetap konsisten menolak cengkeraman asing. Pembicaraan sebelumnya antara kedua pihak hanya berfokus pada pertukaran tahanan, bukan pengembalian pangkalan militer.
Langkah Trump bisa dilihat sebagai upaya untuk menunjukkan kekuatan dan mengoreksi kebijakan pendahulunya, Joe Biden. Namun, kembalinya pasukan AS ke Bagram bisa memicu konflik baru dan mengundang reaksi keras dari komunitas internasional yang menginginkan stabilitas di Afghanistan.
Di tengah ketegangan ini, pertanyaan besar muncul: apakah kehadiran militer AS di Afghanistan masih relevan bagi kepentingan global? Sebuah refleksi mendalam diperlukan untuk mengevaluasi langkah-langkah diplomasi yang lebih damai dan berkelanjutan.
(Orbit dari berbagai sumber, 22 September 2025)