Budaya 996 di Silicon Valley: Antara Kerja Keras dan Risiko Kesehatan
ORBITINDONESIA.COM – Di tengah hiruk-pikuk industri teknologi, budaya kerja "996" menjadi simbol dedikasi ekstrem, memicu perdebatan mengenai keseimbangan hidup dan kerja.
Budaya kerja '996' yang populer di Silicon Valley mengundang perhatian global. Asal usulnya dari China, di mana pekerja bekerja dari pukul 9 pagi hingga 9 malam, enam hari seminggu. Meskipun praktik ini telah dilarang oleh pengadilan tinggi China, ide tersebut merambah ke Amerika Serikat dengan cepat.
Silicon Valley dikenal dengan budaya kerja yang intens. Perusahaan seperti Ramp mencatat peningkatan transaksi kartu kredit pada hari Sabtu, menunjukkan bahwa lebih banyak pekerja di San Francisco bekerja di akhir pekan. Ini mencerminkan perubahan dalam industri teknologi, di mana jam kerja panjang dianggap sebagai norma untuk mencapai kesuksesan.
Budaya kerja ini tidak hanya mengeksklusi mereka yang memiliki tanggung jawab di luar pekerjaan, tetapi juga memperkuat dinamika homogen dalam industri teknologi. Carolyn Chen dari University of California, Berkeley, menyebutnya sebagai bagian dari "budaya maskulin heroik" yang mendorong pekerja untuk terus bekerja tanpa henti.
Budaya kerja 996 mungkin memberikan janji kesuksesan di masa depan, tetapi dengan biaya yang tidak sedikit. Seiring dengan perubahan prioritas di Silicon Valley, muncul pertanyaan: Apakah ini harga yang harus dibayar untuk inovasi? Atau haruskah kita mencari cara untuk mencapai keseimbangan yang lebih sehat antara kerja dan kehidupan?
(Orbit dari berbagai sumber, 2 Oktober 2025)