RBA Menahan Suku Bunga: Apakah Ini Akhir Siklus Pemotongan?
ORBITINDONESIA.COM – Dalam keputusan yang sudah diprediksi oleh banyak analis, Bank Sentral Australia (RBA) memutuskan untuk menahan suku bunga resmi di angka 3,6 persen. Langkah ini muncul di tengah data inflasi yang lebih kuat dari perkiraan, menandakan tekanan harga yang terus-menerus.
Keputusan RBA datang setelah banyak bank besar, termasuk NAB dan ANZ, menyesuaikan perkiraan mereka terkait pemotongan suku bunga di masa depan. Inflasi yang lebih tinggi dari yang diperkirakan di bulan Agustus memicu revisi terhadap proyeksi penurunan suku bunga sebelumnya. Kondisi ekonomi yang kompleks ini membawa ketidakpastian terkait arah kebijakan moneter ke depan.
NAB memperkirakan bahwa RBA akan menunggu setidaknya dua atau tiga data inflasi kuartalan lagi sebelum melakukan pelonggaran. Sementara itu, Commonwealth Bank dan Westpac memiliki pandangan yang berbeda, dengan Westpac masih memproyeksikan pemotongan dimulai pada November, meski mengakui ketidakpastiannya. Judo Bank menambahkan bahwa ketidakpastian ekonomi dapat menyebabkan penahanan hingga 2026, dengan kemungkinan kenaikan tergantung pada kondisi ekonomi.
Ivan Colhoun dari CreditorWatch menegaskan bahwa pasar dengan tepat mengantisipasi penahanan suku bunga, mengingat tanda-tanda pengeluaran konsumen yang lebih kuat dan inflasi bulanan yang lebih tinggi. Cameron McCormack dari VanEck menambahkan bahwa inflasi layanan yang lengket, pengangguran rendah, dan kenaikan upah mungkin akan membuat suku bunga tetap tinggi lebih lama. Hal ini menyiratkan bahwa mungkin kita berada di akhir siklus pemotongan.
Keputusan RBA untuk menahan suku bunga menyoroti tantangan dalam menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dan pengendalian inflasi. Dengan proyeksi yang berbeda dari bank-bank utama, arah kebijakan moneter Australia masih menjadi teka-teki. Apakah kita akan melihat pemotongan lebih cepat dari yang diperkirakan, atau justru kenaikan di tengah ketidakpastian ekonomi global? Hanya waktu yang akan memberi tahu.
(Orbit dari berbagai sumber, 4 Oktober 2025)