Paul Biya: Pemimpin Tertua Afrika dan Tantangan Berat di Depan
ORBITINDONESIA.COM – Paul Biya, yang kini berusia 92 tahun, berpotensi memperpanjang kepemimpinannya di Kamerun hingga usia 99 tahun. Pemilihan ini menjadi sorotan karena Biya adalah pemimpin tertua di Afrika dan telah memegang kekuasaan sejak 1982.
Kamerun menghadapi pemilihan umum di tengah tantangan ekonomi dan keamanan yang semakin memburuk. Dengan Biya yang telah berkuasa selama lebih dari tiga dekade, banyak yang mempertanyakan kemampuannya untuk membawa perubahan signifikan.
Dalam pemilihan kali ini, Biya menghadapi sembilan kandidat oposisi yang sebagian besar adalah mantan sekutu dan pejabatnya. Namun, dengan sistem pemilihan satu putaran, ia diprediksi akan kembali memenangkan kursi presiden. Kamerun terus dirundung masalah kemiskinan dan konflik, terutama di wilayah barat yang dilanda perang separatis dan di utara yang terancam Boko Haram.
Banyak pemilih muda, seperti Cheukam Ginette, mendambakan perubahan. Mereka merasa bahwa di bawah kepemimpinan Biya, layanan kesehatan dan infrastruktur kian terabaikan. Namun, skeptisisme terhadap proses pemilu yang adil masih tinggi, memicu rasa pesimis di kalangan masyarakat.
Pemilu ini menjadi pertaruhan besar bagi masa depan Kamerun. Apakah Biya akan mampu menjawab tantangan dengan kebijakan yang lebih inklusif dan berpihak pada rakyat? Atau akankah negara ini terus terjerat dalam lingkaran kekuasaan yang stagnan? Hanya waktu yang akan menjawab.
(Orbit dari berbagai sumber, 13 Oktober 2025)