Risiko Serangan Jantung: Obesitas dan Gaya Hidup Sedentari

Risiko Serangan Jantung: Obesitas dan Gaya Hidup Sedentari

Risiko Serangan Jantung: Obesitas dan Gaya Hidup Sedentari

Nasional

ORBITINDONESIA.COM – Serangan jantung mendadak bisa datang tanpa peringatan. Dr. Yamin mengungkapkan keterkaitan antara obesitas dan gaya hidup kurang gerak sebagai ancaman nyata.

Kematian jantung mendadak menjadi momok bagi banyak orang. Obesitas dan gaya hidup sedentari sering kali diabaikan sebagai faktor risiko utama. Padahal, keduanya berperan signifikan dalam peningkatan insiden serangan jantung.

Data dari WHO menunjukkan peningkatan obesitas global sebesar 39% dalam dua dekade terakhir. Sedentari lifestyle, yang ditandai dengan kurangnya aktivitas fisik, memperburuk kondisi ini. Studi menunjukkan bahwa individu obesitas dengan gaya hidup pasif memiliki risiko serangan jantung 30% lebih tinggi.

Obesitas bukan sekadar masalah estetika, tetapi isu kesehatan serius. Dr. Yamin menekankan perlunya perubahan pola hidup. Menambah aktivitas fisik dan memperbaiki pola makan dapat mengurangi risiko serangan jantung secara signifikan.

Memahami bahaya obesitas dan gaya hidup sedentari adalah langkah awal. Apakah kita siap mengubah kebiasaan demi kesehatan jantung yang lebih baik? Masyarakat harus diajak untuk lebih peduli dan bertindak sekarang juga.

(Orbit dari berbagai sumber, 30 Oktober 2025)