Menguak Rahasia Komet 3I/ATLAS: Produktivitas Radiasi Kosmik
ORBITINDONESIA.COM – Komet 3I/ATLAS telah mengungkapkan misteri baru tentang dampak radiasi kosmik yang intens selama miliaran tahun, berkat pengamatan dari Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST).
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa komet 3I/ATLAS telah menyerap begitu banyak radiasi kosmik galaksi selama perjalanannya yang panjang melalui Bima Sakti. Hal ini menyebabkan terbentuknya kerak yang sangat teriradiasi yang berbeda dari material asalnya.
Dengan menggunakan pengamatan JWST dan simulasi komputer, para peneliti menemukan bahwa kadar karbon dioksida yang tinggi pada komet ini disebabkan oleh radiasi luar angkasa. Radiasi kosmik galaksi mengubah karbon monoksida menjadi karbon dioksida, terutama di ruang antar bintang yang tidak memiliki perlindungan heliosfer seperti di tata surya kita.
Penemuan ini mengindikasikan bahwa objek seperti komet 3I/ATLAS lebih banyak terdiri dari material yang telah diproses oleh radiasi kosmik galaksi daripada material murni dari lingkungan tempat mereka terbentuk. Hal ini menandakan bahwa komet ini kini lebih merupakan produk dari perjalanannya melintasi ruang antar bintang.
Mengamati perubahan pada komet 3I/ATLAS sebelum dan setelah perihelion akan memberikan wawasan baru tentang komposisi awalnya. Pertanyaan kini muncul: sejauh mana radiasi kosmik mempengaruhi objek antar bintang lainnya? Penelitian lebih lanjut akan sangat penting untuk mengungkap lebih banyak rahasia dari luar tata surya kita.
(Orbit dari berbagai sumber, 2 November 2025)