Tren Rumah Analog: Meninggalkan Teknologi Pintar

ORBITINDONESIA.COM – Rumah pintar mungkin segera ditinggalkan, seiring dengan meningkatnya preferensi terhadap 'rumah bodoh' yang lebih sederhana dan menenangkan.

Rumah pintar yang dulunya dianggap sebagai masa depan hunian kini mulai ditinggalkan. Banyak orang beralih ke tombol, saklar, dan kenop tradisional dalam gerakan yang dikenal sebagai 'kesejahteraan analog.'

Para peneliti mengatakan bahwa kembalinya hobi dan ruang analog lebih dari sekadar nostalgia. Arsitek Yan M. Wang menyebutkan bahwa teknologi yang selalu aktif dapat menimbulkan kecemasan. Biaya perangkat pintar yang meningkat dan masalah teknis juga menjadi faktor yang membuat pemilik rumah merasa kesal.

Permintaan untuk ruang membaca meningkat, mencerminkan keinginan untuk relaksasi tanpa teknologi. Ketertarikan pada rumah tanpa otomatisasi juga terlihat di antara pembeli kaya di Los Angeles yang ingin menghindari industri otomasi rumah senilai $100 miliar.

Meskipun tren ini berkembang, fitur rumah pintar mungkin akan tetap bertahan di pasar yang berat akan teknologi seperti San Francisco. Pertanyaan yang muncul adalah apakah kita akan melihat keseimbangan antara teknologi dan kenyamanan di masa depan?