Ketika Lubang Hitam Memutar Ruang Waktu: Temuan Revolusioner

ORBITINDONESIA.COM – Para ilmuwan akhirnya berhasil mengamati fenomena langka yang melibatkan lubang hitam berputar cepat yang memutar ruang waktu di sekitarnya. Penemuan ini menandai tonggak penting dalam astrofisika.

Sejak lama, fenomena Lense-Thirring precession atau frame-dragging telah menjadi misteri bagi para ilmuwan. Fenomena ini menggambarkan bagaimana lubang hitam memutar ruang waktu di sekitarnya, menyeret objek-objek di dekatnya seperti bintang dan membuat orbit mereka bergetar.

Tim dari National Astronomical Observatories di Chinese Academy of Sciences mengamati peristiwa disruptif tidal (TDE) AT2020afhd, di mana sebuah bintang dihancurkan oleh lubang hitam supermasif. Disk berputar terbentuk dari sisa-sisa bintang, mengeluarkan jet materi yang kuat hampir dengan kecepatan cahaya. Mereka mengamati perubahan ritmik pada sinyal X-ray dan radio, menunjukkan disk dan jet bergetar serempak setiap 20 hari.

Penemuan ini mengonfirmasi prediksi relativitas umum Einstein, memberikan wawasan baru tentang rotasi lubang hitam, fisika akresi, dan pembentukan jet. Dr. Cosimo Inserra dari Cardiff University menyatakan bahwa ini adalah bukti paling meyakinkan dari Lense-Thirring precession, menjelaskan mekanisme bagaimana objek masif berputar menciptakan medan gravitomagnetik yang mempengaruhi gerakan bintang dan objek kosmik lainnya.

Penemuan ini mengingatkan kita bahwa alam semesta selalu menyimpan kejutan. Saat kita memandang langit malam, ada kesempatan untuk mengidentifikasi objek-objek luar biasa yang dihasilkan oleh alam dalam berbagai bentuk dan variasi. Sebuah pengingat bagi umat manusia untuk terus mengeksplorasi dan memahami kosmos yang luas ini.

(Orbit dari berbagai sumber, 12 Desember 2025)