AS Tingkatkan Tekanan pada Venezuela dengan Sanksi Baru

ORBITINDONESIA.COM – Amerika Serikat telah menjatuhkan sanksi baru kepada tiga keponakan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dalam upaya meningkatkan tekanan terhadap negara Amerika Selatan tersebut.

Sanksi terbaru ini menyasar Franqui Flores, Carlos Flores, dan Efrain Campo, serta pengusaha Panama Ramon Carretero dan beberapa perusahaan serta kapal berbendera Venezuela yang dituduh mengangkut minyak Venezuela. Langkah ini diambil sehari setelah Presiden Donald Trump mengumumkan penyitaan kapal tanker minyak di lepas pantai Venezuela.

Sanksi ini dimaksudkan untuk menyangkal akses ke properti atau aset keuangan yang dimiliki di AS, serta mencegah perusahaan dan warga AS berbisnis dengan mereka. Menurut Menteri Keuangan Scott Bessent, Maduro dan sekutunya telah membanjiri AS dengan narkoba yang merusak masyarakat Amerika.

Tindakan AS ini mengikuti serangkaian serangan mematikan terhadap kapal-kapal penyelundup narkoba di Laut Karibia dan Samudra Pasifik timur. Trump menganggap serangan ini sebagai eskalasi yang perlu untuk menahan aliran narkoba ke AS, dan menyatakan bahwa AS terlibat dalam 'konflik bersenjata' dengan kartel narkoba.

Langkah-langkah ini menyoroti ketegangan terus-menerus antara AS dan Venezuela, dengan sanksi sebagai alat utama tekanan. Namun, apakah ini akan memajukan tujuan AS atau hanya memperburuk hubungan internasional, masih menjadi pertanyaan terbuka. (Orbit dari berbagai sumber, 13 Desember 2025)