Bank of America: Mengapa Tertinggal dari JPMorgan dan Tantangan Masa Depan

ORBITINDONESIA.COM – Bank of America menghadapi tekanan berat untuk meningkatkan return melalui manuver bisnis dan pengelolaan kekayaan, guna mengejar ketertinggalan dari JPMorgan Chase yang lebih besar.

CEO Brian Moynihan akan memaparkan rencana pertumbuhan BofA di tengah kinerja yang tertinggal dari pesaing. Ini menjadi pertemuan investor pertama sejak 2011, di mana bank ini kerap kalah dalam hal pertumbuhan pinjaman dan pengelolaan kekayaan.

BofA mencatatkan return on tangible equity (ROTCE) sebesar 15.4% pada kuartal ketiga, jauh di bawah pencapaian JPMorgan yang mencapai 20%. Analis mengkritik pendekatan Moynihan yang terlalu menghindari risiko, sehingga kehilangan peluang dalam perbankan investasi dan pertumbuhan pinjaman.

Beberapa analis menyarankan BofA untuk lebih berani dalam mengambil risiko, sejalan dengan strategi 'pertumbuhan bertanggung jawab' yang diusung Moynihan. Namun, tetap diperlukan keseimbangan antara kehati-hatian dan keberanian dalam mengevaluasi risiko dan imbal hasil.

Pertanyaannya kini adalah bagaimana BofA akan memanfaatkan jaringan konsumennya yang besar untuk mempercepat pertumbuhan. Apakah Moynihan dan timnya siap menghadapi tantangan ini dengan strategi yang lebih dinamis?

(Orbit dari berbagai sumber, 13 Desember 2025)