Tembok Hijau Raksasa China: Solusi atau Ilusi?

Tembok Hijau Raksasa China: Solusi atau Ilusi?

Tembok Hijau Raksasa China: Solusi atau Ilusi?

Nasional

ORBITINDONESIA.COM – Tembok Hijau Raksasa China adalah upaya ambisius untuk memerangi desertifikasi. Namun, apakah proyek ini benar-benar efektif atau hanya sekadar ilusi hijau?

Proyek Tembok Hijau Raksasa di China dimulai pada tahun 1978 sebagai upaya untuk memperlambat perluasan gurun Gobi dan Taklamakan. Urbanisasi dan ekspansi lahan pertanian sejak 1950-an telah memperburuk erosi tanah dan meningkatkan badai pasir. Kondisi ini mengancam ekosistem serta kualitas udara di wilayah tersebut.

Saat ini, China telah menanam lebih dari 66 miliar pohon dan berencana menambah 34 miliar lagi dalam 25 tahun ke depan. Beberapa studi menunjukkan bahwa proyek ini berhasil mengurangi frekuensi badai pasir. Namun, studi lain mengindikasikan bahwa perubahan iklim turut berkontribusi pada penurunan badai pasir, sehingga efektivitas proyek ini masih diperdebatkan.

Kritikus menyoroti bahwa Tembok Hijau Raksasa seringkali hanya terdiri dari satu atau dua spesies pohon, membuatnya rentan terhadap penyakit. Tingkat kelangsungan hidup pohon juga rendah karena penanaman dilakukan di area yang kekurangan air. Proyek ini lebih menyerupai monokultur yang tidak mendukung keanekaragaman hayati, yang seharusnya menjadi bagian integral dari solusi lingkungan.

Meski upaya China patut diapresiasi, proyek ini menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan dan keanekaragaman hayati. Apakah Tembok Hijau Raksasa dapat benar-benar menghentikan desertifikasi atau justru menjadi ilusi hijau yang rapuh? Hanya waktu yang akan menjawab pertanyaan ini, sembari kita menantikan solusi yang lebih holistik dan berkelanjutan.

(Orbit dari berbagai sumber, 16 Desember 2025)