Aktor Jackie Chan Ungkap Penyesalan Mendalam atas Pola Asuh Keras yang Ia Terapkan pada Putranya Jaycee Chan
ORBITINDONESIA.COM - Aktor sekaligus legenda seni bela diri Jackie Chan mengungkap penyesalan mendalam atas pola asuh keras yang ia terapkan kepada putra semata wayangnya, Jaycee Chan.
Pengakuan itu disampaikan Jackie saat mempromosikan film terbarunya asal China berjudul Unexpected Family. Dalam kesempatan tersebut, Jackie menilai sikapnya di masa lalu sebagai seorang ayah menjadi salah satu penyebab utama renggangnya hubungan dengan Jaycee, yang kini berusia 43 tahun.
Jackie Chan mengatakan, adegan rekonsiliasi antara ayah dan anak yang muncul di bagian akhir film Unexpected Family memberikan dampak emosional yang besar baginya.
Adegan tersebut membuat aktor berusia 71 tahun itu merenungkan perjalanan hubungannya dengan Jaycee di kehidupan nyata, termasuk berbagai kesalahan yang ia sadari baru setelah bertahun-tahun berlalu.
Dalam pengakuannya, Jackie menyebut dirinya terlalu memegang prinsip lama bahwa seorang ayah harus bersikap keras agar anak tumbuh menjadi pribadi yang berbakti.
Menurutnya, keyakinan tersebut justru berujung pada kesalahan besar dalam mendidik anak. Ia menyadari bahwa pola asuh yang terlalu menekan hanya menumbuhkan rasa takut, bukan kedekatan emosional.
“Dulu, setiap kali saya melihat anak saya, saya memarahinya. Setiap kali tampil di televisi, saya mengkritiknya. Tidak pernah ada satu kata pun yang lembut,” ujar Jackie Chan dalam wawancara tersebut dikutip dari 8 Days.
Ia secara terbuka mengakui kekeliruannya dalam menjalani peran sebagai orang tua. Jackie menegaskan bahwa pendidikan anak seharusnya tidak dibangun di atas tekanan dan ketakutan, melainkan pemahaman dan ruang untuk berkembang.
“Saya salah. Pendidikan seharusnya tidak seperti itu. Saya seharusnya memberi dia lebih banyak kebebasan,” ucapnya.
Hubungan yang renggang antara Jackie dan Jaycee disebut semakin terasa seiring waktu. Jackie mengenang, sang putra sempat memiliki kebiasaan meneleponnya satu kali setiap tahun untuk mengucapkan selamat ulang tahun. Namun, kebiasaan itu terhenti setelah Jackie menegur Jaycee dan memintanya untuk menelepon di waktu lain.
“Dia dulu menelepon saya setahun sekali untuk mengucapkan selamat ulang tahun. Saya malah memarahinya dan mengatakan agar menelepon di waktu lain. Setelah itu, telepon itu berhenti sama sekali,” ungkap Jackie.
Ia mengakui bahwa perubahan sudut pandang sebagai seorang ayah baru benar-benar terjadi ketika usianya bertambah. Jackie mengatakan bahwa dirinya perlahan melepaskan sikap otoriter yang selama ini ia anggap sebagai bentuk tanggung jawab orang tua.
Kini, Jackie Chan menyatakan tidak lagi memaksakan ekspektasi apa pun kepada Jaycee. Ia hanya berharap putranya dapat menjalani kehidupan dengan aman dan bahagia, tanpa beban yang dulu sempat ia letakkan.
Jaycee Chan merupakan anak tunggal dari pernikahan Jackie Chan dengan mantan aktris asal Taiwan, Lin Fengjiao. Mengikuti jejak kedua orang tuanya, Jaycee memilih terjun ke dunia hiburan. Ia sempat membangun karier sebagai aktor dan musisi, tampil dalam sejumlah film dan serial televisi, serta merilis beberapa album musik.
Namun, perjalanan karier Jaycee mengalami pukulan berat pada 2015. Ia harus menjalani hukuman enam bulan penjara di Beijing setelah tersandung kasus narkoba. Peristiwa tersebut menjadi titik sulit dalam hidupnya dan turut memengaruhi posisinya di industri hiburan.
Sejak menyelesaikan masa hukumannya, Jaycee cenderung menjauh dari sorotan publik. Ia hanya terlibat dalam beberapa proyek film, di antaranya film komedi laga Railroad Tigers pada 2016 dan film komedi romantis Good Night Beijing yang dirilis pada 2021. Dalam film terakhir tersebut, Jaycee tidak hanya tampil sebagai pemeran, tetapi juga duduk di kursi sutradara.
Pengakuan jujur Jackie Chan tentang kesalahan pola asuhnya ini menuai perhatian luas publik. Banyak pihak menilai keterbukaan sang aktor menjadi refleksi bagi orang tua tentang pentingnya keseimbangan antara disiplin dan empati dalam membangun hubungan dengan anak, terutama di tengah tekanan ketenaran dan ekspektasi besar yang menyertai keluarga figur publik.
(Sumber: 8 Days/Info Film) ***