Penahanan Jurnalis di Tengah Krisis Venezuela: Konflik dan Ketegangan

ORBITINDONESIA.COM – Penahanan jurnalis terjadi di Venezuela pada saat yang sangat genting, ketika Nicolás Maduro dan istrinya ditangkap oleh pasukan AS dalam serangan fajar.

Penangkapan ini terjadi di tengah ketidakstabilan politik di Venezuela, di mana oposisi lama mengkritik penindasan di bawah pemerintahan Maduro. Setelah pemilihan presiden 2024, lebih dari 2.000 orang ditangkap selama protes yang menyusul.

Pemerintah yang didominasi oleh dewan elektoral menyatakan Maduro sebagai pemenang pemilu tersebut. Namun, hasil suara yang dikumpulkan oleh oposisi dan diverifikasi oleh media independen menunjukkan bahwa kandidat oposisi memenangkan pemilihan.

Penindasan terhadap suara oposisi telah memaksa banyak warga Venezuela menghapus akun media sosial mereka. Keadaan ini memperlihatkan tingkat ketakutan yang mendalam di kalangan masyarakat dan menggarisbawahi krisis kebebasan berekspresi di negara tersebut.

Dengan lebih dari 800 tahanan politik yang masih ditahan, masa depan Venezuela tampak suram. Pertanyaan yang muncul adalah, apakah ada harapan bagi perubahan nyata dan kebebasan bagi rakyat Venezuela yang telah lama tertindas?

(Orbit dari berbagai sumber, 7 Januari 2026)