Masa Depan Media Sosial: Video, AI, dan Autentisitas

ORBITINDONESIA.COM – Video masih menjadi raja di media sosial, dan AI siap menjadi mainstream. Bagaimana merek dapat bertahan dalam lanskap yang terus berkembang ini?

Pergeseran tren media sosial menuntut merek untuk beradaptasi dengan cepat. Video dan AI kini menjadi pusat perhatian, sementara autentisitas menjadi kunci untuk menarik audiens yang semakin jenuh.

Data dari laporan terbaru menunjukkan bahwa video tetap menjadi elemen penting dalam strategi media sosial. YouTube, TikTok, dan Instagram Reels mendominasi dengan konten video pendek dan panjang. Sementara itu, AI mulai memainkan peran penting dalam pembuatan konten, memungkinkan merek untuk berfokus pada ide dan kualitas. Namun, penggunaan AI juga menimbulkan kekhawatiran etis di kalangan konsumen.

Di sisi lain, merek seperti GoPro dan Square menunjukkan bagaimana kolaborasi dengan kreator manusia dapat menciptakan konten yang lebih beresonansi. Pengalaman nyata dan cerita yang digerakkan oleh komunitas menjadi daya tarik utama bagi konsumen yang mencari koneksi otentik.

Dalam menghadapi saturasi konten, merek harus memprioritaskan kualitas daripada kuantitas. Membangun komunitas dan menciptakan konten yang beresonansi lebih penting daripada mengejar viralitas semata. Pengenalan platform baru seperti Substack menunjukkan bahwa audiens menginginkan keterlibatan yang lebih dalam dan bermakna.

Seiring dengan perkembangan tren media sosial, merek harus tetap fokus pada penceritaan yang manusiawi dan otentik. Mampukah kita menciptakan dunia media sosial yang lebih manusiawi di tengah kemajuan AI? Hanya waktu yang akan menjawab.

(Orbit dari berbagai sumber, 9 Januari 2026)