Skandal Proyek Fiktif: Pemakzulan Marcos Jr di Tengah Badai Korupsi
ORBITINDONESIA.COM – Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr menghadapi badai politik dengan aduan pemakzulan terkait skandal proyek pengendalian banjir fiktif. Masyarakat sipil menuduhnya menipu wajib pajak hingga miliaran dolar.
Dalam beberapa bulan terakhir, kemarahan publik meningkat terkait proyek fiktif yang dijadikan alasan untuk mengalihkan dana publik. Filipina, negara kepulauan dengan populasi 116 juta jiwa, sering terendam banjir akibat topan dahsyat. Skandal ini menambah beban di tengah krisis infrastruktur yang sudah parah.
Marcos Jr dituduh mengalihkan dana sebesar lebih dari 545,6 miliar Peso Filipina kepada kroninya, menciptakan 'peti perang' untuk pemilu 2025. Tuduhan ini muncul di saat ketidakpuasan publik terhadap penanganan bencana meningkat. Meskipun Marcos Jr mengklaim telah memulai penyelidikan, banyak yang melihatnya sebagai upaya menutup-nutupi.
Seorang pengamat politik dari Universitas Santo Tomas menyebut aduan pemakzulan ini kemungkinan besar tidak akan lolos di Kongres, yang didominasi sekutu Marcos Jr. Kritikus menilai bahwa korupsi terstruktur ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap amanat publik.
Skandal ini menimbulkan pertanyaan besar tentang integritas kepemimpinan dan masa depan politik Filipina. Apakah ini saatnya bagi rakyat Filipina untuk menuntut perubahan lebih besar, atau akankah isu ini menguap seiring waktu? Hanya waktu yang akan menjawab.
(Orbit dari berbagai sumber, 24 Januari 2026)