Banjir Tangerang 2026: Dampak Ekonomi dan Sosial yang Mendalam
ORBITINDONESIA.COM – Sembilan kecamatan di Kota Tangerang, Banten, terendam banjir setinggi 110 cm, menyoroti kerentanan infrastruktur kota ini.
Banjir di Kota Tangerang terjadi akibat hujan lebat berkepanjangan pada 22 Januari 2026, memperlihatkan masalah pengelolaan drainase dan urbanisasi yang tidak terkontrol. Banjir ini menggenangi permukiman, jalan, dan kawasan industri, berdampak pada mobilitas dan aktivitas ekonomi warga.
Data menunjukkan curah hujan ekstrem dan minimnya sistem drainase yang memadai sebagai penyebab utama. Fenomena ini diperparah oleh perubahan iklim yang meningkatkan frekuensi cuaca ekstrem di kawasan Jabodetabek. Dilaporkan, ratusan rumah terendam banjir dengan kerugian miliaran rupiah, mengancam perekonomian lokal.
Kejadian ini menggarisbawahi pentingnya perencanaan kota yang berkelanjutan, di mana pemerintah harus segera mengambil langkah proaktif. Penduduk juga perlu lebih sadar akan dampak lingkungan dari aktivitas mereka. Kerjasama antara pemerintah dan masyarakat sangat vital untuk mengatasi tantangan ini.
Bencana banjir di Kota Tangerang adalah pengingat bagi kita semua bahwa adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim tidak bisa ditunda. Pertanyaan pentingnya adalah, apakah kita siap mengambil tindakan nyata untuk mencegah hal serupa di masa depan? (Orbit dari berbagai sumber, 25 Januari 2026)