Krisis IHSG: Mundurnya Pejabat dan Dampak Ekonomi
ORBITINDONESIA.COM – IHSG ambruk beruntun, memaksa lima pejabat keuangan mundur, memicu kepanikan di sektor pasar modal.
Penurunan IHSG yang tajam pada akhir Januari 2026 dipicu oleh penilaian MSCI terkait transparansi pasar saham Indonesia. Rontoknya IHSG mengingatkan kita pada krisis 1998. Pejabat keuangan dari BEI dan OJK memutuskan mundur, menambah ketidakstabilan sektor ini.
MSCI, pemain utama dalam indeks pasar global, menyoroti kurangnya transparansi pasar Indonesia. Aksi jual besar-besaran oleh investor asing menyebabkan IHSG anjlok. Pemerintah merespons dengan reformasi struktural, termasuk peningkatan free float dan demutualisasi bursa, namun transparansi tetap menjadi kendala utama.
Pemerintah menilai langkah mundur pejabat sebagai tanggung jawab, namun pengamat menilai ini tindakan reaktif. Langkah reformasi dianggap belum menyentuh akar masalah transparansi. Krisis ini mencerminkan kelemahan struktural dan kompleksitas kepentingan yang belum terselesaikan di pasar modal Indonesia.
Stabilitas IHSG dan pasar modal Indonesia dipertaruhkan dalam permainan transparansi dan reformasi struktural. Dengan tekanan eksternal dan internal, mampukah Indonesia memperbaiki fundamental ekonominya? Kepercayaan investor harus dipulihkan untuk menghindari dampak lebih luas pada ekonomi nasional.
(Orbit dari berbagai sumber, 4 Februari 2026)