Artemis II: Misi Berawak Kembali ke Bulan Setelah 5 Dekade

ORBITINDONESIA.COM – Lebih dari lima dekade setelah langkah terakhir manusia di Bulan, NASA bersiap meluncurkan misi Artemis II pada 8 Februari 2026.

Artemis II menandai kebangkitan eksplorasi manusia ke luar orbit Bumi setelah jeda panjang sejak misi Apollo pada 1972. Misi ini dirancang untuk menguji sistem roket dan kapsul dalam kondisi ruang angkasa yang sebenarnya, menjadi tahap krusial sebelum rencana pendaratan manusia di Bulan pada 2027.

Misi ini tidak hanya penting secara teknis tetapi juga sejarah. Victor Glover akan menjadi orang kulit berwarna pertama, sementara Christina Koch menjadi wanita pertama yang terbang menuju Bulan. Jeremy Hansen menandai kehadiran astronaut non-Amerika dalam misi ini. Artemis II berpotensi memecahkan rekor jarak terjauh manusia dalam penerbangan antariksa, dengan target lebih jauh dari Apollo 13.

Artemis II adalah langkah strategis NASA menuju kehadiran manusia yang berkelanjutan di Bulan. Ini membuka peluang untuk eksplorasi lebih lanjut ke Mars, menandai dimulainya era baru dalam penjelajahan antariksa. Keberhasilan misi ini dapat mempengaruhi kebijakan eksplorasi antariksa global di masa depan.

Misi Artemis II adalah lebih dari sekadar penerbangan ke Bulan; ini adalah cikal bakal kembalinya manusia ke luar angkasa dengan tujuan jangka panjang yang ambisius. Apakah kita siap untuk era baru eksplorasi antarplanet ini? Hanya waktu yang akan menjawab.