NASA Tunda Peluncuran Artemis 2: Apa yang Sebenarnya Terjadi?

ORBITINDONESIA.COM – NASA kembali menghadapi tantangan dengan peluncuran Artemis 2, menunda misi bulan berawak hingga Maret 2026 akibat kebocoran hidrogen cair.

NASA telah menunda peluncuran Artemis 2 karena masalah teknis yang muncul selama uji pengisian bahan bakar. Kebocoran hidrogen cair menjadi kendala utama yang sebelumnya juga mengganggu Artemis 1. Misi ini direncanakan untuk membawa empat astronot dalam perjalanan mengelilingi bulan selama 10 hari.

Uji pengisian bahan bakar yang berlangsung selama dua hari menunjukkan bahwa kebocoran hidrogen cair masih menjadi masalah. NASA telah mencoba untuk mengatasi ini dengan menghentikan uji pada menit terakhir saat hitungan mundur. Dengan pengalaman dari Artemis 1, NASA menerapkan prosedur pemecahan masalah yang lebih ketat, namun tetap memerlukan pengujian ulang.

Penundaan ini menunjukkan tantangan besar dalam program Artemis NASA yang ambisius. Meski ada kemajuan teknologi, masalah teknis seperti kebocoran bahan bakar menggarisbawahi risiko dan kompleksitas dalam eksplorasi ruang angkasa. Ini juga menyoroti pentingnya persiapan dan uji coba yang matang sebelum peluncuran manusia ke luar angkasa.

Dengan penundaan ini, NASA perlu memastikan semua sistem berfungsi dengan baik sebelum melanjutkan peluncuran. Keberhasilan misi Artemis 2 akan menjadi langkah penting dalam eksplorasi bulan dan menandai era baru dalam perjalanan luar angkasa manusia. Namun, apakah ini akan menjadi awal dari misi-misi berawak yang lebih ambisius atau justru menambah daftar panjang penundaan dalam sejarah NASA?

(Orbit dari berbagai sumber, 5 Februari 2026)