Bahaya Konsumsi Susu Mentah: Risiko Kesehatan yang Meningkat
ORBITINDONESIA.COM – Kematian tragis seorang bayi baru lahir di New Mexico akibat infeksi listeria mengguncang dunia kesehatan, memicu peringatan keras terhadap konsumsi susu mentah yang tidak dipasteurisasi.
Di tengah lonjakan popularitas susu mentah yang dipromosikan sebagai 'emas cair' oleh influencer di sosial media, para ahli kesehatan mengingatkan bahaya yang mengintai. Susu mentah berasal langsung dari sapi tanpa proses pasteurisasi, yang biasanya membunuh bakteri berbahaya seperti Listeria. Infeksi ini dapat mematikan, terutama bagi bayi baru lahir, dengan angka kematian mencapai 20-30%.
Peningkatan minat terhadap susu mentah sebagian dipicu oleh studi Eropa yang mengaitkannya dengan manfaat kesehatan untuk asma dan alergi. Namun, ahli seperti Kali Kniel dari University of Delaware menegaskan bahwa manfaat ini tidak sebanding dengan risiko yang diketahui. Pasteurisasi tidak menghilangkan nilai gizi susu, tetapi efektif dalam mengurangi ancaman patogen seperti E. coli dan salmonella.
Di balik tren ini, ada gerakan politik dan komunitas yang mendorong legalisasi penjualan susu mentah. Sementara tokoh seperti Robert F Kennedy Jr mendukung konsumsi susu mentah, para ahli memperingatkan bahwa mengabaikan regulasi bisa berakibat fatal. Keamanan publik harus menjadi prioritas untuk mencegah tragedi serupa di masa depan.
Tragedi di New Mexico ini seharusnya menjadi pengingat penting tentang risiko kesehatan yang nyata dari mengonsumsi susu mentah. Dalam upaya mencari alternatif kesehatan, penting bagi masyarakat untuk tetap berpegang pada sains dan regulasi yang ada. Pertanyaannya adalah, seberapa jauh kita bersedia mengambil risiko demi tren kesehatan yang belum teruji?
(Orbit dari berbagai sumber, 8 Februari 2026)