Rekayasa Lalu Lintas Soekarno Run 2026: Tantangan dan Solusi
ORBITINDONESIA.COM – Pada Minggu (15/2), Dinas Perhubungan DKI Jakarta menerapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama, buntut dari acara Soekarno Run Runniversary 2026 yang diadakan di pusat kota. Langkah ini diambil untuk menjaga kelancaran dan keselamatan selama acara berlangsung.
Acara Soekarno Run Runniversary 2026 yang digelar di Jakarta menarik perhatian besar masyarakat, namun juga menimbulkan tantangan lalu lintas. Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengumumkan pengalihan arus lalu lintas di jalan-jalan utama seperti Jalan Jenderal Sudirman dan M.H. Thamrin melalui media sosial.
Pengalihan lalu lintas ini melibatkan rute alternatif untuk mengakomodasi berbagai arah perjalanan. Misalnya, dari Harmoni ke Blok M dan sebaliknya, serta dari Menteng ke Tanah Abang. Ini penting untuk mengurangi kemacetan dan memastikan aksesibilitas bagi warga yang tidak mengikuti acara. Transjakarta tetap beroperasi normal, menyesuaikan dengan pengaturan lalu lintas baru.
Langkah Dishub DKI Jakarta bisa dianggap sebagai solusi proaktif menghadapi kemacetan. Namun, efektivitasnya masih perlu diuji di lapangan. Penting bagi pemerintah untuk memastikan informasi ini tersebar luas agar masyarakat bisa mempersiapkan perjalanan mereka. Kolaborasi dengan media sosial sebagai sarana informasi publik adalah langkah yang cerdas.
Rekayasa lalu lintas untuk Soekarno Run memperlihatkan tantangan pengelolaan acara besar di kota metropolitan. Apakah langkah ini cukup untuk mengatasi potensi kemacetan? Edukasi dan komunikasi lebih lanjut kepada masyarakat akan menjadi kunci keberhasilan strategi ini.
(Orbit dari berbagai sumber, 16 Februari 2026)