Kompensasi AI: Tantangan Baru Jurnalistik di Era Digital

ORBITINDONESIA.COM – Di tengah gempuran teknologi, Ketua Dewan Pers meminta platform AI bayar royalti atas karya jurnalistik.

Pergeseran ekonomi digital menekan industri media. Teknologi AI menyedot karya jurnalistik tanpa kompensasi. Ini menimbulkan ketimpangan pendapatan media.

Investigasi jurnalistik memerlukan sumber daya besar. Teknologi AI sering mengambil informasi ini tanpa imbalan. Ini mengancam keberlangsungan pers.

Kompensasi royalti adalah langkah adil bagi media. Ini bisa mendorong kolaborasi sehat antara media dan teknologi. Regulasi ketat diperlukan untuk melindungi hak publisher.

Pertanyaannya, bisakah regulasi menjaga keseimbangan antara inovasi teknologi dan hak intelektual media? Kerjasama erat menjadi kunci untuk masa depan pers nasional.