Rupiah di Persimpangan: Pengaruh Global dan Tantangan Domestik

ORBITINDONESIA.COM – Rupiah kembali berfluktuasi, menandai ketidakpastian di tengah dinamika global dan domestik yang semakin kompleks. Pada awal pekan ini, mata uang Garuda diperkirakan bergerak di antara Rp16.870 hingga Rp16.920 per dolar AS.

Ketegangan geopolitik antara AS dan Iran serta keputusan Moody’s yang menurunkan outlook utang Indonesia menciptakan atmosfer pasar yang tidak menentu. Faktor-faktor ini membayangi pergerakan rupiah yang rentan terhadap perubahan sentimen.

Pertemuan AS-Iran di Oman diharapkan meredakan ketegangan, namun perbedaan pandangan mengenai isu nuklir dan rudal menjadi penghalang. Dalam negeri, penurunan outlook utang Indonesia oleh Moody’s menyoroti tantangan kebijakan yang dihadapi pemerintah Prabowo.

Kondisi ini menggambarkan bagaimana faktor eksternal dan internal saling berkelindan mempengaruhi stabilitas ekonomi. Posisi Indonesia dalam lanskap global dan kebijakan domestik yang sulit diprediksi menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan pasar.

Di tengah ketidakpastian ini, penting bagi pemerintah untuk memperkuat kebijakan yang mampu memulihkan kepercayaan investor. Pertanyaannya, mampukah Indonesia mengatasi tantangan ini dan menjaga stabilitas ekonomi jangka panjang?

(Orbit dari berbagai sumber, 10 Februari 2026)