Hubungan Transatlantik: Mengurai Ketegangan dan Harapan di Munich
ORBITINDONESIA.COM – Pertemuan puncak keamanan di Munich baru-baru ini menjadi ajang pertemuan para pemimpin dunia, dengan satu pertanyaan menggantung: Apakah AS masih menjadi sekutu bagi Eropa?
Konferensi keamanan terbesar di Eropa ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting seperti Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Friedrich Merz. Pertemuan ini diliputi ketegangan tentang masa depan aliansi transatlantik yang telah lama terjalin.
Dalam pidato yang dinanti-nantikan, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyampaikan kritik tajam terhadap kebijakan perdagangan bebas dan perubahan iklim di Eropa. Namun, ia menekankan bahwa Amerika dan Eropa tetap terikat erat. Hal ini memberi sinyal bahwa meski ada perbedaan, hubungan transatlantik tidak akan berakhir.
Rubio mengakui pentingnya kreatifitas dan kolaborasi di kedua benua. Namun, pernyataannya tentang tidak ingin menjadi 'pengurus penurunan Barat' menunjukkan ketegangan yang masih ada. Ini mengisyaratkan bahwa AS menginginkan Eropa untuk lebih mandiri dalam pertahanannya.
Konferensi ini mengakhiri spekulasi tentang keretakan aliansi AS-Eropa. Meski banyak perbedaan kebijakan, kehadiran Rubio mengisyaratkan komitmen berkelanjutan terhadap kemitraan. Pertanyaannya, bagaimana kedua belah pihak akan mengatasi perbedaan ini di masa mendatang?
(Orbit dari berbagai sumber, 16 Februari 2026)